Sudinsos Jaktim Razia ODMK dan PMKS Jelang Asian Games 2018

MENJELANG Asian Games yang jatuh dalam hitungan hari lagi, sejumlah penangan keamanan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sudinsos Jaktim Razia ODMK dan PMKS Jelang Asian Games 2018
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
petugas P3S melakukan penjangkauan terhadap sejumlah ODMK saat terjaring razia. 

MENJELANG Asian Games yang jatuh dalam hitungan hari lagi, sejumlah penangan keamanan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seperti halnya pengamanan mengenai permasalah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Untuk itu, Sudinsos Jakarta Timur melakukan penjangkauan para PMKS dan ODMK adapun dalam razia tersebut sebanyak 4 ODMK diamankan oleh para petugas.

Beruntung saat penjangkauan yang dilakukan petugas P3S, para ODMK tidak melakukan perlawan mereka pun langsung dimasukan kedalam mobil untuk dibawa ke Panti sosial Bina Insan Bangun Daya 2 guna dilakukan observasi.

"Penertiban dan pengawasan ini tujuannya agar Jakarta nyaman dan kondusif selama pelaksanaan Asian Games, tadi kurang lebih sebanyak 4 ODMK kami jangkau dan selanjutnya kami bawa ke Panti Sosial," kata Kasudinsos Jaktim, Benny Martha, Senin (13/8/2018).

Dikatakan Benny, di wilayah Jakarta Timur sendiri, sebanyak 30 orang personel petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) dikerahkan untuk melakukan penyisiran di beberapa wilayah, seperti Jatinegara, Terminal Kampung Rambutan, Kramat Jati, san Pondok Gede.

"Penjangkauan PMKS akan terus kami lakukan untuk menekan jumlah mereka, selain itu juga memberi perlindungan dan penyelamatan agar tidak terjerumus ke dalam permasalahan yang lebih kompleks," katanya.

Selain itu para ODMK yang terjaring akan menjalani observasi dan pembinaan di panti sosial tersebut. Namun, jika ada pihak keluarga yang mencari, mereka dapat dikembalikan ke pihak keluarga.

"Di panti dilakukan pembinaan dulu. Nanti kalau memang ada keluarga atau masyarakat yang jadi keluarga nanti bisa diambil, bisa dikembalikan ke keluarganya. Jika nggak ada ya pembinaan di panti. Nanti di situ akan dibawa ke rumah sakit jiwa," ucapnya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help