Sengketa Tanah

Ratusan Orang Unjuk Rasa di Mapolres Tangsel Terkait Sengketa Tanah Pamulang Timur

"Jadi setelah tahun 2016 kemarin muncul 6 sertifikat yang dimiliki oleh 3 orang, sertifikat itu justru di lokasi tanah Pak Sipin."

Ratusan Orang Unjuk Rasa di Mapolres Tangsel Terkait Sengketa Tanah  Pamulang Timur
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Warga berujuk rasa di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (13/8/2018). Mereka menuntut polisi untuk segera menyelidiki kasus sengketa tanah di Pamulang Timur, Tangerang Selatan. 

WARTA KOTA, TANGERANG--- Ratusan orang yang mengatasnamakan Mahasiswa Pancasila (Mapancas) unjuk rasa di Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (13/8/2018).

Massa yang membawa atribut bendera merah-putih ini menyambangi kantor polisi  di Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, untuk menuntut polisi agar segera menangani kasus sengketa tanah di Pamulang Timur, Tangerang Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Kota, sengketa tanah seluas 1,5 hektar itu melibatkan seorang warga bernama Sipin Maruli.

Sipin mengaku memiliki bukti kepemilikan tanah dari berkas Girik Leter C 792 yang kemudian menjadi Girik 246 atas nama ayahnya, Toblo Bin Bungkel.

Baca: Saksi Mahkota Dihadirkan untuk Menerangkan Kasus Sengketa Tanah Kosambi

Akan tetapi, tanah itu kini sudah dibeli oleh pengembang untuk pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere setelah mendapatkan sertifikat tanah dari 3 orang selain Sipin.

"Jadi setelah tahun 2016 kemarin muncul 6 sertifikat yang dimiliki oleh 3 orang, sertifikat itu justru di lokasi tanah Pak Sipin, sebagai ahli waris pemilik tanah," tutur Medi Sumaedi, Ketua Tim Advokasi Mapancas di Mapolres Tangsel.

"Inilah yang sedang kita minta Kelurahan Pamulang Timur memperjelas status tanah itu, karena kita melihat ada kejanggalan," ucap Medi lagi.

Aksi massa itu juga sebelumnya menggelar unjuk rasa di depan kantor Kelurahan Pamulang Timur.

Mereka memiliki tiga tuntutan. Pertama, pejabat Kelurahan Pamulang Timur diminta untuk menjawab surat dari Sipin atas status kepemilikan tanah itu.

Baca: Sengketa Tanah di Jaksel, DPRD Minta Walikota Tak Berpihak

Selanjutnya, mereka mendesak kepolisian untuk memanggil Lurah Pamulang Timur.

"Ketiga, polisi segera gelar perkara tentang status tanah itu," ucap Medi.

Medi menjelaskan, sampai saat ini lahan tersebut belum dilakukan pembangunan oleh pihak pengembang untuk dijadikan Jalan Tol Serpong-Cinere.

"Karena kita masih menunggu kejelasan statusnya dari gelar perkara nanti, kita juga sudah mengajukan gugatan ke PTUN tentang proses penerbitan sertifikat itu yang kita nilai janggal," ujar Medi.

Pihak kepolisian Polres Tangsel mengaku sudah mulai melakukan penyelidikan terkait kasus sengketa lahan tersebut.

"Laporannya sudah kita tindak lanjuti. Kalau gelar perkara tadi sudah kita lakukan, nanti hasilnya kita lihat," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help