HUT Kemerdekaan RI

Omzet Menurun Drastis, Pedagang Bendera Duga karena Asian Games 2018

Padahal, ulang tahun ke-73 kemerdekaan Indonesia tinggal hitungan hari lagi, tapi pembeli bendera cenderung sedikit dibandingkan tahun lalu.

Omzet Menurun Drastis, Pedagang Bendera Duga karena Asian Games 2018
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Pedagang bendera berjualan di sepanjang Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (13/8/2018). 

HUT ke-73 RI yang berdekatan dengan pelaksanaan Asian Games 2018, membuat sejumlah pedagang bendera musiman mengalami penurunan omzet.

Padahal, ulang tahun ke-73 kemerdekaan Indonesia tinggal hitungan hari lagi, tapi pembeli bendera cenderung sedikit dibandingkan tahun lalu.

Mamat (50), pedagang bendera musiman mengungkapan, empat hari jelang perayaan ulang tahun ke-73 kemerdekaan Indonesia, jumlah pembeli menurun, sehingga omzet yang ia dapat juga menurun.

Baca: Anies Baswedan Kenalkan Atlet Asian Games 2018 Asal Jakarta Lewat Instagram

"Sepi sekarang daripada tahun lalu. Biasanya seminggu sebelum Agustusan itu udah kejual banyak, ini tinggal beberapa hari belum setengahnya kejual," ungkap Mamat, Senin (13/8/2018).

Imbas dari penurunan pembeli tersebut, Mamat mengaku omzet menurun hampir 60 persen. Bila tahun lalu dirinya dalam satu bulan bisa meraup Rp 5 juta, kini sudah dua minggu berjualan, ia baru mengantongi Rp 1 juta.

Mamat mengungkapan, Asian Games 2018 berdampak minimnya minat untuk membeli hiasan perayaan kemerdekaan Indonesia.

Baca: Ketua Umum PPP Sebut AHY Ditolak Jadi Cawapres Jokowi, SBY: Hati-hati Bicara

"Mungkin pengaruh juga Asian Games, sekarang udah banyak umbul-umbul juga di mana-mana. Jangankan bendera, model hiasan aja seperti bola-bola, bendera plastik kecil saja jarang yang beli," bebernya.

Mamat tak memungkiri setiap tahun ada penurunan omzet. Namun, ia merasa tahun ini penurunan pendapatan sangat drastis.

"Kebanyakan kalau warga itu udah jarang beli, apalagi bendera ya. Mereka pasti beli lagi kalau benderanya udah usang, tapi kalau masih bagus ya mereka enggak beli lagi, kecuali misalnya kelompok yang mau bikin lomba, bisanya pernak-perniknya yang dicari, tapi sekarang udah mulai menurun," paparnya.

Baca: Bajaj di Jakarta Bakal Beroda Empat

Hal serupa juga diakui Saiful (44), pedagang bendera lainnya. Ia mengaku penjualan bendera tahun ini cukup sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sepi, bener-bener sepi banget, biasa sehari itu ada lima pembeli, minimal ya, udah siang gini aja satu belum ada yang beli," paparnya.

Walau minat pembeli menurun, kata Mamat, ia tidak merugi. Sebab, bendera yang tak terjual akan dikembalikan ke bos mereka.

"Kalo enggak habis kita balikin lagi ke bos kita, karena kan ini sudah jadi kesepatakan bersama. Kalau enggak laku semua bisa digunakan tahun depan nanti, karena memang jual bendera itu enggak kayak jual kacang, jadi udah disepakati bersama, tapi ya intinya pemasukan ke kita minim," jelasnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved