Minta Hakim Ringankan Hukuman Jero Wacik, Jusuf Kalla: Menteri Juga Manusia Biasa

Dalam persidangan, jaksa KPK sempat menanyakan harapan JK dalam sidang PK tersebut?

Minta Hakim Ringankan Hukuman Jero Wacik, Jusuf Kalla: Menteri Juga Manusia Biasa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana kasus dana operasional menteri (DOM) Jero Wacik menjalani sidang peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018). Mantan Menteri ESDM tersebut mengajukan Peninjauan Kembali (PK) setelah divonis divonis delapan tahun penjara oleh Mahkamah Agung di tingkat kasasi. 

KURANG dari satu jam, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi saksi meringankan bagi narapidana Jero Wacik, dalam sidang lanjutan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Dalam persidangan, jaksa KPK sempat menanyakan harapan JK dalam sidang PK tersebut? JK lantas menjawab dia menginginkan agar hukuman Jero Wacik bisa diringankan.

‎"Meringankan hukuman beliau, karena yang dituduhkan itu tidak lepas dari tugasnya, baik langsung atau tidak langsung‎," kata JK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca: Hamil Sembilan Bulan, Mytha Lestari Samakan Menyanyi dengan Olahraga

Jaksa juga menanyakan ‎apakah boleh dana DOM digunakan untuk kepentingan keluarga?
Menurut JK, selama itu berhubungan dengan tugas menteri, maka tidak masalah.

"Menteri juga manusia biasa untuk menjalankan tugasnya, menteri tidak lepas dari diskresi seorang menteri. Filosofi pemberian diskresi itu tidak menutup penggunaan yang harusnya bisa dipakai untuk menjalankan tugasnya. Tapi juga pribadinya agar dapat menjalankan pemerintahan dengan baik," papar JK.

Sebelumnya, Jero wacik dihukum pidana penjara selama empat tahun di pengadilan tingkat pertama. Karena hukuman Jero Wacik lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yakni sembilan tahun penjara, jaksa akhirnya mengajukan banding.

Baca: Sekjen PDIP: Menjelang Pemilu SBY Pasti Selalu Mengeluh Tentang Megawati

Namun, permohonan banding jaksa KPK ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta. Alhasil, Jero Wacik tetap dihukun empat tahun dan jaksa KPK mengajukan kasasi.

Di Mahkamah Agung (MA), kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dikabulkan, dan hukuman Jero Wacik malah diperberat menjadi delapan tahun penjara.

Jero Wacik dinilai terbukti menggunakan dana operasional menteri untuk kepentingan pribadi dan keluarga, termasuk untuk pencitraan di sebuah surat kabar mencapai Rp 3 miliar. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help