Kronologi Tawuran di Tangsel, Mulai dari Medsos Sampai Pedang Nancap di Pipi

siswa kedua sekolah tersebut sudah sepakat lewat media sosial untuk melakukan bentrokan berdarah itu.

Kronologi Tawuran di Tangsel, Mulai dari Medsos Sampai Pedang Nancap di Pipi
Warta Kota
Polres Tangerang Selatan menjelaskan kronologi tawuran antar pelajar yang pecah di Jalan Puspitek Raya, Setu, Tangerang Selatan 

Polres Tangerang Selatan menjelaskan kronologi tawuran antar pelajar yang pecah di Jalan Puspitek Raya, Setu, Tangerang Selatan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menerangkan, bentrokan pada tanggal 31 Juli lalu melibatkan dua sekolah menengah kejuruan (SMK), yakni SMK Bhipuri dan SMK Sasmita Jaya Pamulang.

Dijelaskan Ferdy, siswa kedua sekolah tersebut sudah sepakat lewat media sosial untuk melakukan bentrokan berdarah itu.

"Kata saksi, mereka sudah janjian melalui media sosial. Keduanya sudah mempersiapkan diri dengan senjata tajam," ungkap Ferdy di Mapolres Tangsel, Senin (13/8/2018).

Sebelumnya, petugas sudah meminta keterangan dari 16 siswa dari sekolahan tersebut terkait peristiwa gelap yang menimpa pelajar Tangsel.

Seorang siswa kelas XII SMK Sasmita Jaya, Fauzan menjadi korban setelah tertusuk sebilah parang pada bagian pipi kirinya.

Pelaku penusukan tersebut kemudian menyerahkan diri ke petugas pada hari Jumat (10/8/2018) lalu setelah sebelumnya melarikan diri dibantu oleh keluarganya.

Berdasarkan keterangan pelaku bernama FF (16) yang merupakan siswa SMK Bhipuri, dikatakan Ferdy, FF melemparkan sebuah parang ke arah Fauzan saat bentrokan pecah.

"Yang terjadi adalah saat jarak 1 meter parang dilempar ke arah korban sehingga menancap di muka korban," jelas Ferdy.

Korban yang tertancap parang di wajahnya kemudian di larikan ke RS Hermina Serpong untuk perawatan sementara, kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk operasi pencabutan senjata tajam itu.

Sayangnya, Fauzan dinyatakan meninggal oleh pihak RSCM pada hari Selasa 7 Agustus 2018 setelah menjalani perawatan intensif selamat hampir satu minggu.

Buah dari tawuran kelam itu, Kepala Sekolah SMK Bhipuri, Sutrisno mengaku mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan siswa yang dianggap ikut terlibat.

"Yang ikut sudah kami keluarkan," kata Sutrisno di waktu dan tempat yang sama.

Selain sanksi dari sekolah, pelaku utama pembunuh Fauzan kini sudah diamankan Polres Tangsel dan terjerat pasal berlapis, yaitu pasal 340, 338, dan 351 dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved