Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Timnas, Netizen Kecewa

Netizen menilai jika ucapan selamat, baik yang disampaikan oleh Joko Widodo ataupun Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak layak diucapkan

Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Timnas, Netizen Kecewa
YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM
Para pemain timnas U-23 Indonesia merayakan gol ke gawang Bali United dalam laga uji coba melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (31/7/2018). 

KEMENANGAN Tim Nasional Sepakbola Indonesia U-23 atas Taiwan dengan skor 4:0 dibanggakan presiden Republik Indonesia, Joko widodo. Sang Presiden pun berharap agar kemenangan serupa dapat diraih dalam ajang Asian Games 2018 mendatang.

Kalimat dukungan tanpa disertai ucapan selamat itu dituliskan Jokowi lewat akun twittermnya @jokowi pada Senin (13/8/2018) siang.

Dalam postingannya, Jokowi mengajak masyarakat mendukung seluruh atlet Nasional yang akan berlaga dalam ajang olehraga terbesar se-Asia itu.

"Indonesia mengawali langkah di Asian Games 2018 dengan kemenangan Timnas Sepak Bola atas China Taipei di Stadion Patriot, Bekasi, semalam. Tim basket Indonesia juga bertanding besok di Kelapa Gading, Jakarta," tulisnya lewat akun @jokowi pada Senin (13/8/2018) siang. (https://twitter.com/jokowi/status/1028874715899654144)

"Mari merapatkan dukungan untuk perjuangan atlet-atlet Indonesia!," tegasnya.

Beragam tanggapan dituliskan netizen. Sebagian memberikan salut dan dukungan, namun terdapat sejumlah curahan hati atas ketidakadilan. Salah satunya disampaikan oleh Aimin lewat akun @phetoka yang mengaku tidak dapat menyaksikan pertandingan Asian Games karena hak siar yang dikuasai salah satu televisi swasta.

"Maaf sebelmunya pak,, sangat di sayangkan kami yg ada di plosok kalimantan barat tidak bisa melihat pertandinga kawan si asian game karena kejamnya pemegang hak siar," tulisnya memelas.‏ (https://twitter.com/phetoka/status/1028876694650679297)

"Senasib bro hahaa,, nonton timnas hnya bs di KORAN aj, hahaha," balas
@ckckxkckck. (https://twitter.com/ckckxkckck/status/1028878818247827456)

"Bener broo emang tragis kena korban bisnis," balas Aimin.

Sementara Priyo Siswanto lewat akunnya @PriyoSiswanto5 bersyukur ajang olahraga dapat merenggangkan tensi politik yang semakin memanas jelang Pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Terlebih apabila atlet nasional dapat menang dalam pertandingan.

"Di tahun politik ini, olah raga bisa membuat kita semua bangga, tertawa bahagia & juga bersedih bersama ..," tulisnya. (https://twitter.com/PriyoSiswanto5/status/1028878059456221184).

"Pak, tolonglah pak. Cuma sepakbola yang menyatukan kita semua. tapi apa yang mau dikata kalo kita nonton bola aja dibikin susah.. gimana kita mau mensukseskan Asian Games sih pak, kalo misalnya hal2 kayak gini aja bikin kita resah. tolong lah pak ditegur Stasiun Tvnya," balas dennyafdillah lewat akun @deny_MUfc.

Namun sejumlah netizen menilai jika ucapan selamat, baik yang disampaikan oleh Joko Widodo ataupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia tidak layak diucapkan. Pasalanya, sebelum ghelaran AFC U16, Kemenpora menolak pemberian bantuan dana kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Hal itu dibuktikan dari beredarnya sebuah surat Kemenpora Nomor 5-7-2/D.IV-4/V/2018 tertanggal 7 Mei 2018 tentang Permohonan Bantuan untuk Tim Nasional U16 Kejuaraan AFC U16 dan AFF. Dalam Surat tersebut tertulis empat poin, antara lain apresiasi Kemenpora terhadap Pengurus PSSI dan pemberitahuan tentang pengalokasian Anggaran Kemenpora yang diprioritaskan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Selain itu, permintaan maaf Kemenpora yang disampaikan kepada Pengurus PSSI serta imbauan Kemenpora agar Pengurus PSSI dapat mencari sumber pendanaan lain sebagai modal mengikuti ajang AFC U16 dan AFF. Surat itu seperti yang diposting oleh Hanna lewat akun @Vnen82Hamdy.(https://twitter.com/Vnen82Hamdy/status/1028881014867652608) (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help