Efek Pembangunan DDT di Stasiun Manggarai, Penumpukan Penumpang Terjadi di Sejumlah Stasiun

EFEK dari pengerjaan proyek pembangunan DDT paket A di Stasiun Manggarai fase 1.

Efek Pembangunan DDT di Stasiun Manggarai, Penumpukan Penumpang Terjadi di Sejumlah Stasiun
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Penumpang kereta kini terganggung akibat pembangunan double double track di Stasiun Manggarai. 

EFEK dari pengerjaan proyek pembangunan double double track (DDT) paket A di Stasiun Manggarai fase 1, sejumlah kedatangan dan pemberangkatan kereta mengalami keterlambatan.

Pantauan Warta Kota di Stasiun Manggarai, Senin (13/8/2018) terjadi penumpukan penumpang akibat adanya penundaan sejumlah jadwal pemberangkatan.

"Pada molor sekitar 15 menit keretanya. Katanya lagi ada pembangunan rel," kata Ayana (32) ditemui di Stasiun Manggarai. Ia bilang, penumpukan penumpang rawan terjadi pada jam-jam pulang kerja.

"Hari biasa juga sudah numpuk. Apalagi ini ada keterlambatan. Mau bagaimana lagi, saya selalu menggunakan KRL tiap berangkat dan pulang kerja dari Depok. Harus bisa sabar saja desak-desakan buat dapat kereta," kata Ayana yang bekerja di salah satu perushaan di Tebet.

Di Stasiun Manggarai, sejumlah pengumuman terkait adanya pemindahan jalur terpasang melalui spanduk-spanduk di sejumlah titik.

Penumpukan penumpang juga terjadi di beberapa stasiun lain. Di Stasiun Tebet, misalnya. Pada Senin petang, penumpang harus rela mengantre lebih lama untuk bisa mendapatkan kereta menuju ke arah Depok atau Bogor.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional jalur 6 dan 7 yang berada di Stasiun Manggarai, Sabtu (11/8/2018).

Untuk sementara layanan kereta rel listrik (KRL) line Bogor dan kereta api bandara di Stasiun Manggarai dipindahkan ke jalur 8, 9, dan 10. Perpindahan tersebut mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta 5 hingga 10 menit.

"Perubahan pola operasi akibat perubahan jalur rel KRL ini berdampak pada bertambahnya waktu perjalanan KRL sekitar 5 - 10 menit. Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dari yang semula 1 jam 55 menit menjadi 2 jam atau 2 jam 5 menit," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Yusrizal melalui keterangan resminya.

Terkait ketidaknyamanan tersebut, pihaknya meminta maaf dan meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi tersebut hingga pembangunan selesai dilakukan

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved