Dinas Lingkungan Hidup DKI Bakal Merilis Dua Aplikasi Pengelolaan Sampah

Edy Mulyanto, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan meluncurkan dua aplikasi.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Bakal Merilis Dua Aplikasi Pengelolaan Sampah
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Kegiatan bank sampah di Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Edy Mulyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup'>Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan meluncurkan dua aplikasi.

Kedua aplikasi itu adalah Jakstranas dan Jakstrada, dan akan diperkenalkan ke publik dalam waktu dekat ini.

"Aplikasi ini bertujuan untuk menyinergikan dan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) dan Daerah (Jakstrada) di tingkat universitas, provinsi, serta kabupaten atau kota," kata Edy Mulyanto, Senin (13/8/2018).

Baca: Ada 13.200 Nasabah, Agustus 2017-Juli 2018 Omzet Bank Sampah di Jakarta Barat Capai Rp 3,5 Miliar

Edy Mulyanto mengatakan, pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sudah jadi sebuah terobosan baru di dalam pengelolaan sampah yang libatkan seluruh pemangku kepentingan.

Hal ini, untuk melakukan pengelolaan sampah dapat terintegrasikan mulai dari sumbernya itu lalu ke proses akhir.

"Jadi dibuat di satu format, untuk pengolahan sampah. Jadi kalau kementerian rumusannya A harus A. Jadi satu bahasa istilahnya. Selain itu, aplikasi ini akan di dirilis oleh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di bulan Oktober 2018 nanti," kata Edy Mulyanto.

Baca: Bank Sampah Kober 2 Cipete Utara Diresmikan

"Hanya saja, kami bakal merilis aplikasi itu di bulan Agustus. Dengan begitu, Pemerintah Kota Jakarta Barat, lebih siap saat launching aplikasi oleh Kementerian LHK-nya. Kami mau curi start," kata Edy Mulyanto.

Edy mengatakan, lewat pendekatan pengelolaan sampah, dilaksanakannya dengan cara komprehensif, baik dari hulunya sampai prose akhir.

Baca: Bank Sampah Dibangun Guna Mengurangi Volume Sampah di TPA Bantargebang

"Termasuk edukasi serta pendampingan. Bank sampah itu, Induk sebagai off taker bagi upaya dan inisiatif masyarakat berupa bank sampah unit skala RT atau komunitas. Jadi dari pemerintah pusat, ditentukan lagi berapa cara hitung himpunan sampah, bank sampah, serta pengolahan sampahnya. Semua diaplikasi itu," katanya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help