Ada 13.200 Nasabah, Agustus 2017-Juli 2018 Omzet Bank Sampah di Jakarta Barat Capai Rp 3,5 Miliar

Bank sampah di Jakarta Barat mempunyai jumlah nasabah sebanyak 13.200 nasabah.

Ada 13.200 Nasabah, Agustus 2017-Juli 2018 Omzet Bank Sampah di Jakarta Barat Capai Rp 3,5 Miliar
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sampah yang dijual Bank Sampah 62 Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 1 juta dari hasil penimbangan 530 kilogram sampah. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Edy Mulyanto, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan, bank sampah di Jakarta Barat mempunyai jumlah nasabah sebanyak 13.200 nasabah.

Dengan jumlah nasabah bank sampah sebanyak itu, omzet periode Agustus 2017 hingga Juli 2018 mencapai Rp 3,5 miliar.

Omzet mencapai Rp 3,5 miliar membuat bank sampah di Jakarta Barat menjadi bank sampah dengan omzet terbesar di wilayah Jakarta.

Baca: Jumlah Bank Sampah di Kota Bekasi Mencapai 1.030 Unit

"Omzet yang didapat pengumpulan sampah itu, capai Rp 3,5 miliar, terhitung sedari Agustus 2017 hingga Juli 2018 dengan jumlah nasabah 13.200 orang. Dibandingkan tahun kemarin, kenaikan mencapai 250 persen," kata Edy Mulyanto, Senin (13/8/2018).

Edy Mulyanto mengatakan, apabila tahun 2017, pendapatan bank sampah hanya mencapai 295 ton setahun. Sementara pertengahan tahun 2018, pendapatan sampah mencapai 755 ton.

Edy mengatakan, pendapatan yang diperoleh saat ini karena pola pikir masyarakat sudah mulai berubah. Artinya masyarakat kini sudah memahami keuntungan adanya bank sampah itu.

Baca: Bank Sampah 62 Cipete Utara Raih Omzet Rp1 Juta

"Malah, kami kini sedang lakukan pembinaan bank sampah di sekolah-sekolah. Saya ini mau mencoba tanam jiwa kepedulian anak-anak itu terhadap lingkungan. Diharapkan anak-anak di usia dini sudah bisa atau tahu mengenai akan proses pemilahan sampah di rumah," kata Edy Mulyanto.

Dengan pembinaan itu, kata Edy Mulyanto, anak-anak bisa memahami sampah non-organik dan sampah organik.

Baca: Bank Sampah Kober 2 Cipete Utara Diresmikan

Nantinya anak-anak sekolah membawa sampah dari rumahnya dan ditimbang di sekolah.

"Di sekolah, hingga kini nasabah sudah mencapai 22.600 orang yang tersebar di 30 sekolah di Jakarta Barat. Hanya, masih ada 72 sekolah yang belum menyediakan bank sampah. Total sekolah di Jakarta Barat ada 102 sekolah," kata Edy Mulyanto.

Setelah ke sekolah, pihaknya akan memasuki kampus untuk menyediakan bank sampah. Namun sejauh ini baru Kampus Ukrida yang dikunjungi sekadar perkenalan.

"Kemudian dilanjutkan ke dunia bisnis seperti mal dan pasar. Adanya bank sampah ini, bisa deposit pengiriman sampah ke Bantargebang, Bekasi, dapat berkurang. Secara presentasinya belum begitu banyak. Kami kurangin (sampah) sekitar 1.100 ton sedari Agustus," kata Edy Mulyanto.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved