VIDEO: Satpol PP Depok Geruduk Apartemen Margonda Residence IV dan Amankan 9 PSK

selain menjaring para wanita pekerja seks, pengelola apartemen Marea IV pun diberi peringatan keras.

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama Tim Penertiban Terpadu Kota Depok, menjaring 44 orang dalam operasi penyakit masyarakat dari sejumlah wilayah di Depok mulai Sabtu (11/8/2018) malam sampai Minggu (12/8/2018) dinihari.

Dari 44 orang yang terjaring, terdiri dari 15 wanita pekerja seks komersil (PSK), seorang pemasang spanduk liar dan 28 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Baca: Sebanyak 15 PSK yang Dijaring Satpol PP Mangkal di Panti Pijat dan Apartemen

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan dari 15 PSK yang terjaring, 6 perempuan beroperasi di beberapa panti pijat di Jalan Raya Bogor dan Jalan Tole Iskandar, sementara 9 PSK lainnya dijaring saat beroperasi di apartemen Margonda Residence (Mares) IV di Jalan Margonda, Depok.

"Dari 15 PSK yang dijaring, 6 orang beroperasi di panti pijat di Jalan Raya Bogor dan Jalan Tole Iskandar, sementara 9 lainnya dari apartemen Mares IV," kata Yayan, Minggu (12/8/2018).

Karenanya kata Yayan selain menjaring para wanita pekerja seks, pihaknya juga memberi peringatan keras terhadap pengelola panti pijat dan pengelola apartemen Marea IV.

"Supaya mereka tidak membiarkan praktek prostitusi terselubung terjadi di tempat mereka dan turut menjaga tempat usaha mereka agar bebas prostitusi," kata Yayan.

Yayan mengatakan para PSK dan semua orang yang terjaring termasuk PMKS dan pemasang spanduk liar, semuanya diamankan ke Kantor Satpol PP Depok.

"Lalu dilakukan pemeriksaan urine dan darah untuk tes narkoba dan tes kesehatan serta HIV terhadap mereka," kata Yayan.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas, Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengatakan selain wajib menjalani tes urine dan tes kesehatan, mereka yang terjaring razia juga didata dan akan dilakukan pembinaan kepada mereka dengan berkordinasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.

"Ini agar penanganan terhadap mereka terutama PMKS dan WPS atau wanita pekerja seks, dilakukan menyeluruh," kata Kusumo.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved