Ojol Grab Menilai Tarif Baru Grab Merupakan Tarif Lama

Tarif dasar Grab yang berlaku di lapangan saat ini Rp 1.200-Rp1.800 per kilometer adalah tarif lama yang masih tidak manusiawi.

Ojol Grab Menilai Tarif Baru Grab Merupakan Tarif Lama
grab.com
GRAB 

WARTA KOTA, PALMERAH----Mitra perusahaan transportasi berbasis daring (online), Grab, melalui Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) mengeluhkan nilai tarif yang dinilai masih belum manusiawi, sehingga mengorbankan para mitra.

Ketua Garda, Igun Wicaksono, mengatakan, tarif dasar Grab yang berlaku di lapangan saat ini Rp 1.200-Rp1.800 per kilometer adalah tarif lama yang masih tidak manusiawi.

"Bukti bahwa apa yang dinyatakan dan dirilis oleh perusahaan aplikasi Grab tidak benar. Nilai yang diumumkan oleh Grab adalah nilai lama," kata Igun seperti dilansir Antaranews.com, Minggu (12/8/2018).

Baca: Grab Berhentikan Permanen Ojek Online yang Pukul Pejalan Kaki dengan Helm

Tarif Grab sesungguhnya dimaksud Igun adalah Rp 1.500 per kilometer (gross) untuk jarak pendek. Penerimaan bersih mitra setelah dipotong 20 persen untuk manajemen Grab maka menjadi Rp 1.200 per kilometer, sedangkan untuk jarak jauh di atas Rp 2.000 (gross) per kilometer.

Padahal, kata Igun, sponsorship yang dilakukan Grab dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 menggunakan uang hasil jerih payah para mitranya.

Baca: Mitra Pengemudi Grab Akan Melakukan Demonstrasi saat Asian Games 2018

"Bagian dari uang darah dan keringat para mitra ojek online-nya merupakan wujud arogansi, demi nama baik perusahaan namun mengorbankan banyak para mitra pengemudi ojek online-nya," kata Igun.

Maka wajar, menurut Igun, jika para mitra terus menuntut pemberlakuan tarif lebih manusiawi bagi mitra Grab.

Terkait dengan deklarasi perwakilan 100 mitra pengemudi Grab di Jabodetabek untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018, Igun mengatakan, itu tidak mewakili keseluruhan aspirasi mitra pengemudi Grab.

Baca: Liburan Sekolah dan Jalanan Lancar, Order Grab Mengalami Penurunan

"Itu jumlah mitra Grab yang memiliki kedekatan dengan manajemen aplikator Grab, jumlahnya tidak merepresentasikan jumlah seluruh pengemudi yang memiliki aspirasi menginginkan tarif yang layak bagi ojek online," kata Igun.

Sebelumnya manajemen Grab Indonesia mengumumkan telah menaikkan tarif dan tidak terkait dengan tuntutan dari Garda.

Grab Bike disebutkan telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000. Menaikkan tarif per kilometer dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan jarak pendek.

Menanggapi itu, Igun mengatakan, tarif dimaksud manajemen Grab tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan masih jauh dari tuntutan.

"Tarif yang dia bilang naik adalah tarif rata-rata menurut algoritmanya Grab sendiri. Fakta di lapangan masih di angka Rp 1.200 sampai Rp 1.800 per kilometer," kata Igun.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help