Pilpres 2019

Ini yang Terjadi Jika Salah Satu Pasangan Bakal Capres-Cawapres Gagal Tes Kesehatan

KPU telah mengatur tentang pemeriksaan kesehatan bakal capres dan cawapres tersebut dalam Peraturan Nomor 22 Tahun 2018.

Ini yang Terjadi Jika Salah Satu Pasangan Bakal Capres-Cawapres Gagal Tes Kesehatan
WARTA KOTA/HAMDI PUTRA
Kiri ke kanan: dokter Moh Adib Khumaidi, dokter Terawan Agus Putranto, Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis, Wakil Ketua Umum IDI dokter Daeng M Faqih, serta Ketua Tim Pelaksana Penilaian Kemampuan Jasmani dan Rohani dokter Astronias Bakti Awusi. 

DUA pasang bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga pada Pilpres 2019, menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapat giliran terlebih dahulu untuk diperiksa kondisi kesehatan jasmani dan rohaninya pada Minggu (12/8/2018).

Sedangkan penantangnya dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, baru akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada keesokan harinya, Senin (13/8/2018).

Baca: Dokter yang Periksa Kesehatan Jokowi-Maruf Amin Harus Penuhi Syarat-syarat Ini

Kesimpulan berupa calon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani, positif atau negatif penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) paling lambat dua hari sejak selesainya pemeriksaan.

"Namun tim berkomitmen untuk sesegera mungkin menyerahkan kepada KPU, setelah melalui rapat pleno tim. Diharapkan pemeriksaan dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat segera disampaikan oleh tim kepada KPU. Kewenangan menyampaikan hasil keputusan selanjutnya menjadi kewenangan KPU RI," tutur Ketua PB IDI dokter Ilham Oetama Marsis.

Ketua KPU Arief Budiman tidak mau berandai-andai ketika ditanya tentang kemungkinan gagalnya salah satu di antara pasangan bakal capres dan cawapres dalam tes kesehatan tersebut. Jika memang ada yang perlu diperbaiki, katanya, maka KPU memberi waktu pasangan bakal capres-cawapres untuk melakukan perbaikan hingga penetapan pada 20 September 2019.

Baca: KPU Berhararap Bisa Kantongi Hasil Tes Kesehatan Capres Cawapres Sebelum 20 September 2018

"Nanti aja itu, jangan bicara hasilnya dulu, nanti aja. Nanti yang menjelaskan tentang kesehatan biar tim pemeriksa saja, karena mereka yang tahu lebih detail apa saja yang diperiksa untuk masing-masing item itu berapa lama durasi pemeriksaannya, itu kami percayakan sepenuhnya pada pihak rumah sakit," papar Ketua KPU Arief Budiman.

KPU telah mengatur tentang pemeriksaan kesehatan bakal capres dan cawapres tersebut dalam Peraturan Nomor 22 Tahun 2018.

Dalam pasal 24 dijelaskan, pasangan bakal capres-cawapres yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (termasuk dokumen hasil tes kesehatan), maka parpol dan atau koalisinya dapat mengusulkan calon pengganti.

Baca: Sekjen PKB Sebut Ada Pihak yang Berupaya Mempersepsikan Maruf Amin Tidak Fit

(1) Dalam hal berdasarkan hasil verifikasi dokumen perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Bakal Pasangan Calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, KPU meminta kepada Partai Politik atau Gabungan Partai Politik pengusul untuk mengusulkan Bakal Pasangan Calon baru sebagai pengganti.

(2) Pengusulan Bakal Pasangan Calon pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 14 (empat belas) Hari sejak surat permintaan dari KPU diterima oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik.

(3) KPU melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administrasi Bakal Pasangan Calon pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (2), paling lama 4 (empat) Hari setelah diterimanya surat pengusulan Bakal Pasangan Calon pengganti. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved