Tak Jauh dari Ibu Kota, Siswa Belajar di Lantai, Sekolah Tak Punya Kursi Meja

Tak jauh dari Ibu Kota Jakarta, anak-anak sekolah terpaksa belajar tanpa alas di dalam ruang kelas.

Tak Jauh dari Ibu Kota, Siswa Belajar di Lantai, Sekolah Tak Punya Kursi Meja
Warta Kota/Andika Panduwinata
Siswa SDN Blimbing II, Kosambi, Tangerang belajar di lantai karena sekolah tak mampu beli meja-kursi. 

TAK jauh dari Ibu Kota Jakarta, anak-anak sekolah terpaksa belajar tanpa alas di dalam ruang kelas.

Kejadian ini begitu memprihatinkan. Mereka harus duduk di lantai lantaran sekolah tersebut tak mempunyai meja dan kursi.

Peristiwa itu terlihat di SDN Blimbing II, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pengamatan Warta Kota di lokasi, prosesi belajar mengajar tetap berjalan, meski ruang kelas tak dilengkapi sejumlah kursi dan meja.

Guru dan murid duduk lesehan. Kondisinya pun tak teratur di ruang kelas.

Suasana kegiatan belajar tampak tidak fokus. Kendati demikian, murid - murid ini harus terus mengikuti hingga berakhirnya jam sekolah.

"Anak - anak memang belajar di lantai sejak tahun 2017 kemarin. Karena memang sekolah ini ada sebagian kelas yang belum mempunyai meja dan kursi," ujar Kepala SDN Blimbing II Kosambi, Kabupaten Tangerang, Paijo kepada Warta Kota di lokasi, Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan mengenai masalah ini. Awalnya sekolah tersebut mendapatkan tambahan tiga ruang kelas baru dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang.

"Tapi hanya bangunan kelas saja, untuk perlengkapan lainnya tidak ada seperti meja dan kursi," ucapnya.

Lalu pihak sekolah mengajukan permintaan pengadaan mebel ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sejak tahun 2017. Namun sayangnya belum ditanggapi hingga saat ini.

"Sementara jumlah siswa terus bertambah. Dan terpaksa sebagian murid belajar di lantai," kata Paijo.

Saat ini tercatat ada 645 siswa di sekolah tersebut. Sementara ruangan kelas hanya terdapat 11 ruang saja.

"Anak murid kelas 6 yang belajar di lantai. Jumlahnya sekitar 90 terdiri dari 3 rombongan belajar," ungkapnya.

Menurutnya, kejadian ini sempat dikeluhkan oleh orangtua atau wali murid. Sebab bisa membahayakan para siswa - siswa ini.

"Ya khawatirnya proses belajarnya terganggu. Makanya ada murid juga yang bawa meja kecil dari rumah. Bahaya juga, karena ruangan kelasnya berada di lantai atas dan harus menaiki tangga," papar Paijo.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved