Home »

News

» Jakarta

Rusunawa Karanganyar Dikosongkan Akhir Agustus Ini

Pengosongan rumah susun ini terkait rencana revitalisasi Rusunawa Karang Anyar yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rusunawa Karanganyar Dikosongkan Akhir Agustus Ini
Warta Kota
Rusunawa Karang Anyar 

Mustra mengaku ingin balik ke rusun ini jika proses revitalisasi sudah selesai, ia mengaku kembali kerena dirinya tak punya kampung halaman selain dikawasan tersebut, sehingga ia memastikan akan kembali lagi dua tahun mendatang.

"Pasti balik lagi, ya karena ini kampung saya disini, jadi banyak kenangan yang membuat saya harus balik lagi ke sini nantinya," ucapnya.

Sementara itu, Nurhayati (50) mengaku tetap akan kembali ke rusun meskipun nantinya harga rusun akan jauh lebih mahal dibandingkan biaya rusun saat ini yakni Rp. 100.000 berbulan. Terlebih rusun Karang Anyar nantinya tidak dibangun empat tower melainkan hanya dua tower.

"Kalo balik pasti balik, karena sesama warga sekitar itu udah akrab banget jadi itu yang membuat kita berencana balik lagi. Tapi untuk segi harga pasti jauh berbeda, namun setidaknya kami dapat tempat tinggal yang layak," katanya.

Berbeda dengan Anto (39) salah seorang warga menuturkan jika dirinya kemungkinan besar tidak akan balik ke rusun lagi. Selain harga yang nantinya berbeda, ia mengaku sudah mendapatkan kontrakan yang tak jauh dari tempat ia bekerja.

"Ngak balik, soalnya udah dapat kontrakan yang deket dari tempat kerjaan, ini anak istri saya juga sudah disana, jadi sebagian juga sudah dipindahin, kalo soalnya lama juga kalo harus nunggu selama dua tahun baru kesini lagi," katanya.

Kembali Tahun 2020
Rusunawa Karang Anyar yang terletak di Jalan G, Sawah Besar, Jakarta Pusat ini nantinya akan dibangun dua tower dengan kapasitas sebanyak 421 unit. Adapun anggaran tersebut mencapai Rp. 162 miliar mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Dikarenakan revitalisasi tersebut masuk dalam
APBD 2018 dan memakan waktu 14 bulan maka proses revitalisasi masuk progam Multi year pada APBD 2019/2020.

Kepala Rusun Karang Anyar, Gito mengatakan bahwa bagi penghuni yang memiliki surat perjanjian sejak awal akan diperioritaskan melakukan pengosongan, nantinya mereka dapat kembali lagi untuk menempati rusun ini tahun 2020 sesuai dengan penyelesai revitaliasasi pembangunan rusun Karang Ayar.

"Jadi mereka nanti akan diberikan surat berjanjian, surat perjanjian tersebut digunakan jika mereka akan kembali lagi, jadi mereka masih punya hak untuk tinggal di sini, tapi jika mereka tidak mau maka tidak perlu membuat surat perjanjian," kata Gito.

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help