Presiden Jokowi Pernah Bela Ma'ruf Amin Saat Diancam Ahok di Kasus Penistaan Agama

PRESIDEN Jokowi resmi menunjuk Ma'ruf Amin menjadi Cawapresnya di Pilpres 2019.

Presiden Jokowi Pernah Bela Ma'ruf Amin Saat Diancam Ahok di Kasus Penistaan Agama
Rais 'Aam PBNU Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Ma'ruf Amin dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ma'ruf Amin menjadi Cawapresnya di Pilpres 2019. Tapi kedekatan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin ternyata sudah lama.

Bahkan Presiden Jokowi pernah membela Ma'ruf Amin ketika diancam Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di persidangan kasus penistaan agama.

Dalam persidangan ke-8 kasus penistaan agama, Selasa (31/1/2017), Ahok sempat mengancam akan memproses hukum Ma'ruf.

Ahok mendesak Ma'ruf Amin bahwa kuasa hukumnya memiliki bukti adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf.

Telepon itu disebut Ahok berisi permintaan SBY agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana.

SBY pun disebut meminta Ma'ruf untuk menerbitkan fatwa penistaan agama untuk pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Ahok pun mengancam akan melaporkan Ma'ruf Amin ke polisi terkait hal tersebut.

Tapi Presiden Jokowi rupanya merespons negatif pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beserta kuasa hukumnya terhadap Ma'ruf Amin yang merupakan Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Suara beliau (Presiden) agak tinggi kemarin karena Saudara Ahok bicara seperti itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Presiden, Jumat (3/2/2017) sore.

Presiden, lanjut Luhut, selalu berupaya menghindari konflik serta mengedepankan persatuan bangsa.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help