Gempa Lombok

Elit Partai Politik Sibuk Deklarasi Capres dan Cawapres, NTB Diguncang Gempa 451 Kali

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bencana gempa bumi masih membayangi NTB.

Elit Partai Politik Sibuk Deklarasi Capres dan Cawapres, NTB Diguncang Gempa 451 Kali
Twitter @Sutopo_PN
Longsor di Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bencana gempa bumi masih membayangi rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Jumat (10/8/2018).

Tercatat ada sebanyak tiga orang tewas dan 24 orang terluka dalam gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) pada Kamis (9/8/2018) kemarin.

"Gempa susulan terus terjadi dengan intensitas yang kecil. Sudah ada 451 gempa susulan sejak gempa 7 SR (5/8/2018) hingga 10/8/2018 pukul 08.00 WITA. Gempa susulan 6.2 SR (9/8/2018) menyebabkan 3 tewas, 24 orang luka dan banyak bangunan rusak. Masyarakat makin trauma," katanya pada lewat akun twitternya @Sutopo_PN pada Jumat (10/8/2018).

Baca: Jelang Pilpres 2019, Jusuf Kalla Menolak Tawaran Jokowi Menjadi Ketua Tim Pemenangan

Data tersebut katanya belum termasuk korban longsor yang terjadi di Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB pada Kamis (9/8/2018). Dikabarkan terdapat empat orang warga yang menjadi korban.

"Longsor di Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara diduga menimbun 4 orang. Seorang istri melaporkan kehilangan suami, anaknya, dan 1 orang tetangganya. Tim SAR akan melanjutkan evakuasi. Medan sangat berat dan luas," kata Sutopo.

Karena itu, menurut Sutopo, siapa pun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), masyarakat Lombok membutuhkan bantuan saat ini.

Baca: Beginilah Kondisi Terkini KPU Pusat Bersiap Menerima Balon Pilpres 2019

Ungkapan itu disampaikan Sutopo menyusul aksi saling deklarasi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, Jokowi menetapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maaruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Kamis (9/8/2018) petang.

Berselang enam jam, Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Salahudin Uno sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Lewat postingan twitternya, dirinya menyebut ada sebanyak 270.168 warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah mengungsi.

Bersamaan dengan hal tersebut, gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa berskala 7 Skala Richter (SR) terjadi pada Minggu (5/8/2018) hingga hari ini, Jumat (10/8/2018).

Baca: Prabowo Pilih Sandi Jadi Cawapres, Partai Demokrat Gelar Sidang Majelis Tinggi

"Siapapun capres dan cawapres nya, masyarakat Lombok perlu bantuan. 270.168 orang mengungsi. Puluhan ribu rumah hancur. Apalagi gempa susulan masih menerus. Anak ini luka-luka saat terjadi gempa susulan 6 SR pada 9/8/2018 pukul 12.25 WIB di Lombok. Mari kita bantu terus," tulis Sutopo.

Dalam postingannya, Sutopo mengunggah video putri Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB atau Tuan Guru Bajang, yakni Khadija Hibbati Majdi yang menjadi korban. Putri bungsu TGB dan Erica itu terkena pecahan puing saat berada di sekolah pada Kamis (9/8/2018) siang.

Baca: Prabowo Sebut Sandiaga Uno Pilihan Terbaik Dibanding AHY, Zulhas, Salim Segaf, dan UAS

"Helikopter BNPB dan Basarnas dikerahkan untuk salurkan bantuan dari udara ke pengungsi di Kecamatan Kayangan dan Gangga di Kabupaten Lombok Utara. Bantuan dari darat dan udara terus disalurkan kepada korban dampak gempa 7 SR di Lombok. Pengungsi masih memerlukan bantuan," tulisnya.

"Trauma healing untuk anak-anak terus dilakukan di pos pengungsian. Anak-anak diedukasi cara berlindung dari gempa dengan latihan evakuasi dan pendidikan yang menggembirakan. Mulai 19/6/2018 siswa dihimbau untuk masuk sekolah di Lombok kecuali Lombok Utara," tambahnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved