Pilpres 2019

Ustaz Abdul Somad Tolak Tawaran Prabowo Subianto karena Prinsip Ini

Ustaz Abdul Somad menolak pencalonan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ketua Umum Prabowo Subianto

Ustaz Abdul Somad Tolak Tawaran Prabowo Subianto karena Prinsip Ini
Youtube Tafaqquh Video
Ustad Abdul Somad dan Arie K Untung 

USTAZ Abdul Somad menolak pencalonan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ketua Umum Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Sesuai dengan Ijtima Ulama, siapa pun pemimpin terpilih harus dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

"Amanah! yang akan ditanya di hadapan Allah SWT," tegas Ustaz Abdul Somad dalam tausihnya yang diposting lewat akun instagramnya @ustadzabdulsomad pada Kamis (9/8/2018).

Amanah tersebut adalah janji politik, baik Koalisi Partai Gerindra-PKS-Demokrat-PAN ataupun kubu Joko Widodo yang didukung sembilan partai, antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Perindo.

Baca: Pertemuan Prabowo Subianto dan SBY Bahas Kelanjutan Koalisi

Baca: Taufik Pastikan Deklarasi Cawapres di Rumah Prabowo Subianto Malam Ini

Baca: Gempa Bumi, Gempa di Lombok Terasa Hingga ke Banyuwangi Jawa Timur

Namun, terlepas dari kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, dalam tausiahnya Ustaz Abdul Somad menekankan agar orangtua dapat membimbing anaknya.

Alasannya karena anak disebutkannya dapat menjadi penghalang orantua masuk surga apabila salah jalan.

"Orangtua yang rajin shalat, rajin berjamaah, dibiarkannya anaknya pacaran, berjalan dengan yang tak mahram, dianggapnya itu biasa saja, selangkah lagi mau masuk surga, tak jadi, karena akan ditarik oleh anak kenapa dulu tidak mempertanggungjawabkan amanah. Anak adalah titipan Allah. Amanah! yang akan ditanya di hadapan Allah SWT," tegasnya.

Dalam rekaman tausiah yang diberinya judul 'Daripada Nanti' itu, Ustaz Abdul Somad mengilustrasikan percakapan seorang jemaah dengan dirinya.

Menurutnya, lebih baik bersedih dengan untuk mendorong anak belajar di pesantren sekarang, daripada menyesal 20 tahun kemudian karena melakukan maksiat.

"'Anak bapak mana, kok nggak pernah kelihatan?'. 'Anak saya di pesantren Pak Ustaz. Satu di Bogor, satu di Bandung'.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help