Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah Dipanggil Ombudsman

Selama menjabat sebagai Pj Wali Kota Bekasi, Ruddy merasa pelayanan publik sudah berjalan aman dan semestinya.

Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah  Dipanggil Ombudsman
Muhammad Azzam
Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah usai simulasi pengamanan di Stadion Patriot Kota Bekasi, Sabtu (5/8/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah diperiksa Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Jakarta Raya, Rabu (8/8/2018).

Pemanggilan Ruddy Gandakusumah yang juga Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol)  itu terkait dugaan mal administrasi dalam penyelenggaran pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh Nugroho mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk mengonfirmasi tentang terhentinya pelayanan publik pada Jumat, 27 Juli 2018.

Sesuai yang disampaikan beberapa pihak, penghentian itu disebabkan karena sistem jaringan offline, kemudian ada dugaan karena dilatarbelakangi disharmonisasi pimpinan.

Baca: Pemerhati Kebijakan Minta Sekretaris Daerah dan Penjabat Wali Kota Bekasi Lakukan Islah

"Karena itu saudara Ruddy kami periksa untuk konfirmasi," kata Teguh, Kamis (9/8/2018).

Dia menjelaskan, sudah lima hari pemeriksaan dilakukan. Sebelumnya, Ombudsman telah memanggil beberapa pihak untuk mengkonirmasi laporan itu.

Salah satunya adalah Kepala Bagian Humas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Sajekti Rubiah dan mantan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.

Sampai saat ini, kata dia, petugas masih turun ke lapangan menyelidikinya. Setelah penyelidikan akan dikeluarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP).

Jika semua proses itu sudah ditempuh, maka kemungkinan bakal keluar rekomendasi berupa sanksi.

"Pemberian sanksi itu salah satunya akan diberikan melalui pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD)," katanya.

Baca: Penjabat Wali Kota Bekasi Sebut Tidak Ada Alasan Mendesaknya Berhenti

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help