Penggunaan 1 Sikat Gigi Bersama-Sama Masih Terjadi di Malang

SEBAGIAN masyarakat menganggap menggunakan satu sikat gigi bersama-sama adalah hal menjijikan.

Penggunaan 1 Sikat Gigi Bersama-Sama Masih Terjadi di Malang
WARTA KOTA/LILIS SETYANINGSIH
Kegiatan Formula untuk Indonesia bersama FKG Trisakti ini melibatkan 130 mahasiswa (Klinik dan Non Klinik), 37 panitia dan bagian pendidikan, serta 10 dosen dan staff pengajar. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, program ini ditargetkan dapat menangani kurang lebih 3.500 penduduk Kota Batam, Kepulauan Riau. 

SEBAGIAN masyarakat menganggap menggunakan satu sikat gigi bersama-sama adalah hal menjijikan.

Tapi faktanya masih ada saudara kita di Tanah Air yang punya kebiasaan menggunakan satu sikat gigi bersama-sama.

Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT yang memproduksi Formula, mengatakan masih banyak permasalahan dalam perawatan gigi dan mulut.

Selain kesadaran dan tingkat pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang masih rendah, ternyata kemajemukan budaya dan kebiasaan masing-masing daerah dapat juga menjadi pangkal permasalahan.

Misalnya saja kebiasaan masyarakat Palembang mengonsumsi makanan yang mengandung asam dan cuka, yang berakibat pada rentannya mereka mengalami pengeroposan gigi.

"Bahkan di salah satu wilayah di Malang, Formula menemukan fakta dimana masyarakatnya menggunakan satu sikat gigi bersama-sama," ujar Zebua kepada Warta Kota dalam rilis yang diterima Warta Kota, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, bila hal tersebut dibiarkan, tanpa didukung kegiatan yang sifatnya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai cara merawat gigi yang benar, permasalahan gigi dan mulut di Indonesia akan semakin memburuk.

Berangkat dari semua fakta di atas, Formula menggagas program Formula untuk Indonesia, sebuah Brand Social Activity yang memiliki misi menjangkau seluruh daerah di Indonesia untuk menumbuhkan dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap perawatan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional tahun 2013 menunjukkan angka karies gigi (DMF-T) rata-rata di Kota Batam, Kepulauan Riau adalah 4,9 yang berarti dari 32 gigi yang dimiliki oleh masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau rata-rata 5 gigi di antaranya bermasalah.

Keadaan ini diperparah dengan jumlah tenaga kesehatan yang jauh dari komposisi ideal. Di Kota Batam, Kepulauan Riau, berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) tahun 2013 jumlah dokter gigi hanya 177 orang, melayani kurang lebih 1.864.142 penduduk atau 1 dokter melayani sekitar 10.532 orang. Padahal rasio idealnya menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah 1 dokter untuk 2.500 penduduk.

Kegiatan Formula untuk Indonesia bersama FKG Trisakti ini melibatkan 130 mahasiswa (Klinik dan Non Klinik), 37 panitia dan bagian pendidikan, serta 10 dosen dan staff pengajar. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, program ini ditargetkan dapat menangani kurang lebih 3.500 penduduk Kota Batam, Kepulauan Riau.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help