Home »

Depok

Terminal Terpadu

Pengembang Metro Stater Klaim Sudah Setor Fee Rp 4 Miliar ke Pemkot Depok

"Walau proyek baru berjalan sekarang dan pendapatan PT Andyka belum ada, tapi PT Andyka selalu wajib bayar kontribusi sejak 2015."

Pengembang Metro Stater Klaim Sudah Setor Fee Rp 4 Miliar ke Pemkot Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kendaraan alat berat sedang membongkar bangunan di lahan Terminal Depok untuk dibangun menjadi Terminal Terpadu Kota Depok atau Metro Stater. 

WARTA KOTA, DEPOK--- Pengembang revitalisasi Terminal Terpadu Kota Depok, PT Andyka Investa, mengklaim sudah menyetor dana kontribusi ke Pemkot Depok  Rp 4 miliar.

PT Andyka Investa sebagai investor mega proyek itu mengaku sudah menyetorkan dana kontribusi atau fee penggunaan lahan terminal untuk pembangunan Metro Stasiun Terminal (Stater) sejak tahun 2015.

Dana kontribusi itu merupakan kompensasi penggunaan lahan terminal oleh pengembang seperti tertuang dalam kontrak kerjasama pembangunan Metro Stater Depok.

Kerjasama dengan sistem bangun guna serah (BGS), pengembang wajib memberi dana kontribusi ke Pemkot Depok sebesar Rp 1 miliar per tahun.

Baca: Ini Pengerjaan Awal Revitalisasi Terminal Terpadu Depok

Dana tersebut harus disetor sejak kontrak kerjamasama disepakati dan disetujui atau ditandatangani pada Mei 2015.

Hal itu dikatakan Juru Bicara PT Andyka Investa Muttaqin kepada Warta Kota, Kamis (9/8/2018).

"Walau proyek baru berjalan sekarang dan pendapatan PT Andyka belum ada, tapi PT Andyka selalu wajib bayar kontribusi sejak 2015," kata juru bicara PT Andyka Investa Muttaqin kepada Warta Kota, Kamis (9/8/2018).

Muttaqin  mengatakan, pembayaran dana kontribusi sebesar Rp 1 miliar per tahun sesuai kesepakatan itu mulai dibayar PT Andyka Investa sejak kontrak kerjasama ditandatangani pada Mei 2015.

"Jadi pada 2015, saat kontrak kerjasama disepakati dan ditandatangani, PT Andyka langsung bayar fee ke Pemkot Depok Rp 1 miliar," ujar Muttaqin.

Baca: Bangunan Eks Kantor UPT Terminal Depok Dibongkar dengan Alat Berat

"Selanjutnya bayar lagi 2016, kemudian 2017 dan terakhir 2018. Jadi sudah 4 kali bayar kontribusi," ucapnya lagi.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help