Pengamat: Situ Rompong Ciputat Tidak boleh Dialihfungsikan sebagai Permukiman

Pengurukan Situ Rompong, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan dapat mengganggu fungsi situ.

Pengamat: Situ Rompong Ciputat Tidak boleh Dialihfungsikan sebagai Permukiman
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Pembangunan perumahan yang menguruk sebagian Situ Rompong di Tangsel disegel Satpol PP. 

PENGURUKAN sebagian Situ Rompong, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan yang dilakukan untuk pembangunan perumahan dapat mengganggu fungsi situ.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Tata Kota, Laili Fuji, yang menjelaskan berbagai fungsi penting keberadaan situ sebagai kawasan resapan.

"Situ memiliki berbagai fungsi penting, antara lain sebagai kawasan resapan air, dapat mengurangi volume air permukaan atau run off yang tidak tertampung, cadangan air bersih, perikanan darat, dan wisata," kata Laili, Kamis (9/8/2018).

Di wilayah Tangerang Selatan sendiri terdapat sembilan situ, di antaranya adalah Situ Legoso, Situ Rompong, Situ Pamulang, Situ Bungur, Situ Parigi, Situ Ciledug, Situ Kayu Antap, Situ Pondok Jagung, dan Situ Gintung.

Sebelumnya, Situ Kayu Antap yang terletak di Rempoa, Ciputat Timur, sudah lebih dulu mengalami pengurukan. Pasalnya pada tahun 2016, Mahkamah Agung memutuskan Situ Kayu Antap sudah dimiliki pihak swasta. Situ Kayu Antap pun kini hanya tinggal nama.

"Situ ditetapkan sebagai kawasan lindung sehingga tidak boleh dialih fungsikan sebagai permukiman," tegas Laili.

Kepala Prodi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Esa Unggul itu juga menjelaskan, berdasarkan Perda Kota Tangerang Selatan Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 – 2031, bahwa Situ Rompong diarahkan sebagai daerah konservasi sumberdaya air, pendayagunaan sumberdaya air, dan pengendalian daya rusak air.

"Pembangunan di daerah sekitar situ hendaknya memenuhi aturan yang berlaku," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pengembang tengah menguruk sebagian daerah Situ Rompong untuk dijadikan perumahan.

Hal itu membuat warga sekitarnya geram dan melakukan pelaporan ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Saat ini proses pembangunan yang sudah berjalan sekitar dua bulan itu sudah disegel oleh Satpol PP Tangsel.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved