Gempa Lombok

Gema Takbir Pelajar SMPN 01 Cibitung Doakan Korban Lombok-NTB

Gempa yang terjadi di Lombok menggerakkan hati para pemangku sekolah termasuk pelajar setempat untuk melaksanakan salat ghaib.

Gema Takbir Pelajar SMPN 01 Cibitung Doakan Korban Lombok-NTB
Warta Kota/Firtriyandi Al Fajri
Pelajar SMPN 01 Cibitung, Bekasi, melakukan salat ghaib di halaman sekolah untuk mendoakan para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/8/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Gema takbir sebagai awal salat berkumandang di halaman SMP Negeri 01, Kelurahan Wana Jaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/8) pagi.

Para siswa bersama guru dan tenaga sekolah setempat berjamaah menunaikan salat ghaib untuk mendoakan ratusan korban meninggal dunia akibat gempa bumi Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi Minggu (5/8/2018) lalu.

Seorang pelajar, Amir Yadi Solihin (14) mengatakan, gempa yang terjadi di Lombok menggerakkan hati para pemangku sekolah termasuk pelajar setempat untuk melaksanakan salat ghaib.

Dia berharap agar korban meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Baca: Ini Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Lombok Versi Masing-Masing Institusi

"Kita juga berdoa agar korban luka segera diberikan kesembuhan supaya bisa beraktivitas kembali," kata Amir kepada wartawan, Kamis (9/8/2018).

Amir mengatakan, para pelajar dan guru juga bermunajat dan melantunkan salawat nabi agar kondisi Lombok segera kembali kondusif serta gempa susulan tidak terjadi.

Dia mengaku prihatin dengan kejadian tersebut, apalagi korban gempa bumi berkekuatan 7 skala richter (SR) ini menelan korban anak-anak hingga orang dewasa.

"Nggak bisa dibayangkan kalau ada orangtua yang meninggal dunia, sementara anaknya masih hidup. Sungguh kasihan sekali, kami berharap agar Allah memberikan jalan terbaik bagi mereka," ujarnya.

Baca: Semangat Asian Games 2018 dalam Keprihatinan Gempa Lombok Warnai HUT 46 Wahana Artha Group

Salah seorang guru, Wartono mengatakan, sekolah sangat mendukung keinginan para pelajar dalam melaksanakan salat ghaib, sehingga sekolah memfasilitasinya.

Selain mendapat ridho Tuhan, kata  Wartono, salat ghaib juga memberikan nilai positif bagi para pelajar dari sisi kemanusiaan.

"Lewat salat ini pelajar menjadi peduli terhadap sesama manusia, terutama korban bencana alam," kata Wartono.

Salat ghaib itu dilakukan oleh sekitar 500 pelajar dari kelas VII sampai IX. Tidak hanya berdoa, pihak sekolah juga mengumpulkan donasi yang bakal dikirimkan ke korban bencana alam Lombok.

"Semoga donasi yang kita berikan dapat meringankan beban saudara kita yang terkena musibah di Lombok," ujar Wartono.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help