Begal Payudara di Depok Akhirnya Divonis Satu Tahun Penjara

Ilham Sinna Tanjung, terdakwa begal payudara sambil mengendarai motor di Beji Depok, akhirnya divonis satu tahun penjara.

Begal Payudara di Depok Akhirnya Divonis Satu Tahun Penjara
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok dalam sidang putusan kasus begal payudara di PN Depok, Kamis (9/8/2018). Majelis Hakim memvonis terdakwa Ilham Sinna Tanjung (30), satu tahun penjara. 

ILHAM Sinna Tanjung (30), terdakwa pelaku pelecehan seksual dengan meremas payudara perempuan korbannya atau begal payudara sambil mengendarai motor di Beji Depok, akhirnya divonis satu tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok dalam sidang putusan kasus tersebut di PN Depok, Kamis (9/8/2018).

Ilham dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 281 KUHP ayat 1 tentang merusak kesopanan di depan umum.

Ancaman maksimal pasal tersebut adalah dua tahun delapan bulan penjara.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan perbuatan asusila di tempat terbuka. Karenanya menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun," kata Ketua Majelis Hakim, Rizky Nazario Mubarak dalam sidang putusan di PN Depok, Kamis.

Ia didampingi dua hakim anggota yakni Nanang Herjunanto dan Rosana Kesuma Hidayah.

Vonis majelis hakim ini sebenarnya lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putri Dwi Astrini yang dibacakan dalam sidang tuntutan awal Mei lalu.

Dimana JPU menuntut terdakwa Ilham dengan hukuman 4 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim Rizky menuturkan ada beberapa hal yang memberatkan dan meringankan sehingga pihaknya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara untuk Ilham.

"Hal yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatannya yang telah melecehkan saksi korban RAF, sambil mengendarai sepeda motor, telah meresahkan masyarakat. Sementara hal yang meringankan, adalah terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, serta tidak berbelit-belit saat memberi keterangan dan berperilaku sopan di persidangan," kata Rizky.

Dalam sidang Hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk mengembalikan barang bukti berupa 1 unit motor Honda Vario bernopol B-3720-THU berikut STNK dan kunci kontak serta satu helm half face milik terdakwa.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help