Warga yang Tinggal di Dekat Proyek Tol Kunciran-Bandara Mengaku Rumahnya Sering Didatangi Ular Kobra

Nasibnya sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan. Rumahnya terimpit pembangunan jalan tol tersebut.

Warga yang Tinggal di Dekat Proyek Tol Kunciran-Bandara Mengaku Rumahnya Sering Didatangi Ular Kobra
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Warga Kelurahan/Kecamatan Benda, Kota Tangerang, yang tempat tinggalnya terhimpit proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. 

RAUT kegetiran terlihat dari wajah Juniati (33). Wanita yang bermukim di wilayah RT 03/01, Kelurahan/Kecamatan Benda, Kota Tangerang ini mengungkapkan kepedihannya yang mendalam.

Sambil menggendong bayinya, Juniarti terlihat sedih. Kedua bola matanya berkaca-kaca. Ia merupakan satu dari warga yang terkurung proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Nasibnya sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan. Rumahnya terimpit pembangunan jalan tol tersebut. Hingga kini hidupnya pun semakin merana.

Baca: Maling Sepatu Berkeliaran di Cirendeu Ciputat, Sudah Beraksi di Dua RT

"Kasihan sama bayi saya, rumah jadinya banyak dimasuki ular-ular. Jadi terkurung begini," ujar Juniati terdengar lirih, ketika ditemui Warta Kota di lokasi, Rabu (8/8/2018).

Perempuan berusia 33 tahun itu pun mengaku cemas. Khawatir terjadi hal-hal yang mengerikan.

"Makanya saya jagain terus bayinya. Kemarin ada ular kobra masuk ke dapur. Kejadian itu sering banget," ungkapnya.

Baca: Ferdinand Hutahaean: Yang Mau Koalisi Gerindra Sama Demokrat, Bukan dengan PA 212

Tak hanya hewan reptil, Juniarti juga mengaku rumahnya disusupi beberapa ekor musang. Kekhawatiran Juniati pun semakin menjadi-jadi.

"Selain ada bayi di rumah, ibu saya juga mengalami strok. Jadi harus diangkat-angkat kalau ada apa-apa," papar Juniati, sendu.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Yusrina (35), yang menyebut banyak anak-anak yang tinggal di permukiman ini.

Baca: Gatot Nurmantyo: Bangsa Ini Aneh bin Ajaib

"Apa lagi kalau hujan, pasti banjir di sini. Anak-anak enggak pada sekolah jadinya," jelas Yusrina.

Ia menjelaskan, warga yang terkurung akibat proyek Jalan Tol Bandara ini, nasibnya terkatung-katung, dan belum ada bantuan konkret yang diberikan pemerintahan daerah mau pun pemerintah pusat.

"Sudah delapan bulan kami terkurung, tapi tidak ada kejelasan juga," ucapnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help