Suasana Ruang Laboratorium di Dalam Pabrik Narkoba Tangerang

Banyak sejumlah barang dan peralatan di dalamnya. Seperti bahan - bahan baku pembuatan sabu serta alat pembakaran untuk meraciknya.

Suasana Ruang Laboratorium di Dalam Pabrik Narkoba Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polrestro Jakarta Barat saat melakukan olah TKP atas penggerebekan pabrik rumahan yang memproduksi narkoba di Perumahan Metland, Jalan Kateliya Elok II No. 12 B Cipondoh, Kota Tangerang. 

JAJARAN Polrestro Jakarta Barat melakukan penggerebekan terhadap pabrik rumahan yang memproduksi narkoba.

Lokasinya berada di Perumahan Metland, Jalan Kateliya Elok II No. 12 B Cipondoh, Kota Tangerang.

Sang pemilik pabrik berinisial AW diamankan polisi. Kapolrestro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi menyebut AW bisa dibilang seorang ilmuwan yang meracik narkotika jenis sabu.

Bahkan pelaku membangun laboratorium di dalam rumah itu. Pantauan Warta Kota di lokasi, rumah yang ditempati tersangka tampak minimalis.

Pelaku tinggal di kediamannya bersama istri dan satu orang anaknya. Rumahnya berdiri pagar berwarna cokelat sekitar satu meter.

Pekarangannya ditanami sejumlah jenis tumbuhan. Memasuki dalam rumah, terdapat ruang tamu yang posisinya berada paling depan.

Kemudian terdapat ruangan rahasia setelah melewati ruang tamu ini. Ruang rahasia tersebut berbentuk per segi dengan luas sekitar 3 x 4 meter.

Ruangan itu yang dijadikannya sebagai laboratorium untuk meracik sabu. Memasuki lab, tercium aroma yang begitu menyengat menusuk hidung.

Banyak sejumlah barang dan peralatan di dalamnya. Seperti bahan - bahan baku pembuatan sabu serta alat pembakaran untuk meraciknya.

"Bahkan tersangka sempat tangannya terbakar saat sedang membuat sabu di ruangan laboratoriun ini," ujar Hengki di tempat kejadian perkara, Rabu (8/8/2018).

Di ruangan lab juga banyak bahan - bahan yang membahayakan. Seperti soda api dan asam sulfat.

"Efeknya bisa menimbulkan ledakan," ucapnya.

Tersangka dijerat Pasal 113 Ayat 1 subsider Pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman hukumannya pidana mati maksimal atau seumur hidup," kata Hengki. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help