Mantan PM Malaysia Najib Razak Didakwa Pasal Pencucian Uang Senilai Rp 148,7 Miliar

Mantan PM Malaysia Najib Razak dikenai tiga dakwaan pasal pencucian uang sebesar 42 juta ringgit atau sekitar Rp 148,7 miliar.

Mantan PM Malaysia Najib Razak Didakwa Pasal Pencucian Uang Senilai Rp 148,7 Miliar
Istimewa
MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 

MANTAN Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali menghadiri sidang berkaitan skandal 1Malaysia Development Berhad ( 1MDB).

Channel News Asia memberitakan Rabu (8/8/2018), Najib dikenai tiga dakwaan pasal pencucian uang sebesar 42 juta ringgit, sekitar Rp 148,7 miliar.

Uang tersebut berasal dari SRC International, anak usaha 1MDB, dan dilaporkan ditransfer ke rekening pribadi Najib.

Baca: Indonesia Serahkan Kapal Pesiar Mewah ke Malaysia, Mahathir Berterima Kasih kepada Jokowi

Rinciannya, terdapat dua kali aktivitas transaksi dengan total 32 juta ringgit, atau Rp 113,3 miliar, pada 26 Desember 2014. Kemudian pada 10 Februari 2015, terdapat transaksi sebesar 10 juta ringgit, atau sekitar Rp 35,4 miliar.

Sebelum hadir di sidang, Najib memenuhi panggilan Komisi Anti- korupsi Malaysia (MACC) Selasa (7/8/2018), dan ditanyai sekitar 45 menit.

Jika terbukti, mantan PM berusia 64 tahun tersebut terancam mendekam di penjara hingga 15 tahun dan menerima denda.

Setelah dakwaan dibacakan Hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali, Najib langsung menyatakan tidak bersalah dan mengajukan sidang.

Ini adalah sidang kedua yang dihadiri Najib setelah pada 4 Juli lalu dia juga mendapat dakwaan pelanggaran kepercayaan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Diwartakan BBC, penyelidikan atas Najib dimulai setelah dia dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam Pemilu Malaysia 9 Mei lalu. Sebelumnya ketika masih menjabat selama 2009 sampai 2018, Najib selalu menyangkal tuduhan melakukan korupsi dan kemudian kasusnya digugurkan.

Mahathir Mohamad yang kemudian menjadi PM menyatakan terdapat cukup bukti untuk kembali membuka kasus, dan menyeret Najib.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved