GIIAS 2018

Hadir di GIIAS 2018, Ini Kecanggihan Legacy SR2 Double Decker Karya Karoseri Laksana

Desain ini yang pertama di Indonesia, yakni menerapkan teknologi terbaru optimized structure design yang menggunakan bahan-bahan komposit ringan.

Hadir di GIIAS 2018, Ini Kecanggihan Legacy SR2 Double Decker Karya Karoseri Laksana
Istimewa
LEGACY SR2 Double Decker, karya Karoseri Laksana, hadir di GIIAS 2018. 

SALAH satu karoseri ternama, Laksana, turut berpartisipasi dalam ajang otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD.

Dalam keikutsertaannya kali ini, Laksana memperkenalkan produk terbarunya, Legacy SR2 Double Decker, dengan desain terbaik di kelasnya, baik eksterior maupun interior, serta mengusung teknologi canggih.

“Kini Laksana telah menjadi karoseri bus yang modern karena kendaraannya telah dilengkapi dengan permesinan berbasis komputer dan sistem yang canggih berstandar tinggi," kata Direktur Teknik Laksana Bus, Stefan Arman, dalam siaran pers peluncuran Legacy SR2 Double Decker,  Jumat (3/8/2018).

"Untuk itu hadirnya Legacy SR2 Double Decker merupakan produk yang dimulai dari desain orisinal karya asli anak bangsa Indonesia,” imbuhnya.

LEGACY SR2 Double Decker, karya Karoseri Laksana, hadir di GIIAS 2018.
LEGACY SR2 Double Decker, karya Karoseri Laksana, hadir di GIIAS 2018. (Istimewa)

Dipaparkan, dilihat dari desain eksteriornya, Legacy SR2 Double Decker hadir dengan penambahan ornament yang dibalut warna krom membuat bus ini terlihat elegan dan mewah.

“Namun masih menggunakan bahasa desain yang telah digunakan pada beberapa produk Laksana lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, pada bus ini juga ditambahkan ornamen berbentuk L berpadu dengan lampu LED biru sehingga memberikan kesan modern, baik dari jauh maupun dilihat dari dekat.

Masuk kebagian dalam, trap tangga telah menggunakan bahan komposit cetak sehingga terlihat rapi dan elegan.

Desain ini adalah yang pertama di Indonesia dengan menerapkan teknologi terbaru yaitu optimized structure design yang menggunakan bahan-bahan komposit ringan yang diletakan pada area-area yang tepat sehingga menurunkan titik gravitasi kendaraan yang membuat bus menjadi lebih stabil.

“Sejalan dengan perkembangan infrastruktur di Indonesia, diharapkan bus Legacy SR2 Double Decker ini dapat menjadi moda transportasi yang diandalkan,” jelas Stefan.

LEGACY SR2 Double Decker, karya Karoseri Laksana, hadir di GIIAS 2018.
LEGACY SR2 Double Decker, karya Karoseri Laksana, hadir di GIIAS 2018. (Istimewa)

Ia menambahkan, berbagai peningkatan terus dilakukan Laksana Bus. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1967 oleh Yusuf Arman.

Mereka mengawalinya dengan memproduksi bengkel mesin otomotif, kemudian di tahun 1977 Laksana melebarkan sayap dengan mendirikan divisi manufaktur body otomotif yang ditandai dengan lahirnya minivan pertama, Mitsubishi T-120.

Hingga tahun 2017, Laksana telah berekspansi sehingga mampu memproduksi 1.200 bus per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Laksana telah mengekspor unit ke Fiji dan dalam proses memproduksi bus untuk Bangladesh.

“Sejak dua tahun terakhir ini, Laksana terus berevolusi, meningkatkan standard kualitas produk. Kami telah meluncurkan Legacy Sky SR2, Tourista, Discovery, Cityline 2 Low Entry yang digunakan pada Transjakarta dan Suroboyobus serta Cityline 2 Maxi,” urai Stefan. 

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help