Di Hadapan Ulama, Jokowi Jernihkan Isu Indonesia Diserbu 10 Juta Tenaga Kerja Asal Tiongkok

Jokowi kemudian membandingkan jumlah TKA di Indonesia dengan negara lain yang menurutnya jauh lebih besar.

Di Hadapan Ulama, Jokowi Jernihkan Isu Indonesia Diserbu 10 Juta Tenaga Kerja Asal Tiongkok
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo usai menjengguk cucu ke-2 di Rumah Sakit YPK, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). Putrinya Kahiyang melahirkan cucu kedua yang diberi nama Sedah Mirah Nasution. 

PRESIDEN Joko Widodo membantah tegas isu 10 juta tenaga kerja asal Tiongkok menyerbu Indonesia, yang sempat beredar usai pemerintah mengesahkan Perpres 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).

“Isu TKA juga pernah dipolitisasi. Tidak benar isu 10 juta tenaga kerja Tiongkok masuk Indonesia, kalau 23 ribu iya, dan itu tidak kerja terus menerus, tapi hanya memasang turbin dan smelter yang memang kita tidak bisa,” jelas Jokowi.

Baca: Di Depan Ulama, Jokowi Keluhkan Fitnah yang Sebut Dirinya Antek Asing

Jokowi kemudian membandingkan jumlah TKA di Indonesia dengan negara lain yang menurutnya jauh lebih besar.

“Jumlah TKA di Indonesia hanya 0,03 persen, tak sampai satu persen, bandingkan dengan Uni Emirat Arab yang sampai 80,2 persen; Arab Saudi 33,78 persen; Brunei Darussalam 32,45 persen; Singapura 24,38 persen; dan Malaysia 5,44 persen,” ungkapnya.

Jokowi juga menyebutkan tenaga kerja Indonesia yang jumlahnya banyak di negara lain.

Baca: Calon Haji Diminta Banyak Minum dan Cuci Muka Saat di Tanah Suci

“Di Tiongkok, TKI (tenaga kerja Indonesia) jumlahnya sampai 80 ribu, kemudian di Arab Saudi 500 ribu TKI legal di sana, di Malaysia bahkan jumlah TKI legal 1,2 juta, yang ilegal mungkin sampai 2 juta, tapi mereka diam saja,” tutur Jokowi.

“Saya juga pernah sampaikan apa adanya kepada Perdana Menteri Tun Mahathir Mohammad soal itu, dan kami minta agar ada perlindungan dan legalisasi TKI di sana supaya jelas angkanya,” sambung Jokowi.

Jokowi menyampaikan hal tersebut di depan forum pembukaan Pendidikan Kader Ulama dengan harapan isu TKA tak lagi dipolitisasi.

“Saya sampaikan di sini, mumpung ketemu dengan para ulama, supaya isu ini tidak ke mana-mana,” ucapnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help