Ternyata Soeharto Pernah Mengaku Lelah Fisik dan Psikis Selama Menjadi Presiden

Memimpin Indonesia ternyata tidak mudah. Ada kelelahan fisik maupun psikis. Seperti disampaikan Presiden Soeharto ketika ia masih berkuasa.

Ternyata Soeharto Pernah Mengaku Lelah Fisik dan Psikis Selama Menjadi Presiden
YouTube
Soeharto di puncak kekuasaannya di tahun 1994, dia cepat mengenali pertanyaan titipan, yang disampaikan melalui seorang siswa SD. 

HARI Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 sudah di depan mata. Perjuangan merebut kemerdekaan telah menelan korban jiwa yang begitu banyak. 

Kemerdekaan diraih dengan cucuran air mata, pengorbanan fisik maupun psikis dari bangsa Indonesia yang ingin melepaskan diri dari cengkeraman para penjajah. 

Kenangan merebut kemerdekaan itu tak akan terlupakan Soeharto.  Seperti dikutip dari buku “Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya” yang ditulis G Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982, Soeharto menuliskan kisahnya:

Di hari-hari belakangan ini saya merenungkan pengalaman saya yang sudah-sudah.

Saya ditanya oleh Sekjen Muslim Spanyol, Mr.Alvaro Machardon Comins mengenai pengalaman yang paling melekat di hati saya sebagai seorang militer dan sebagai Presiden.

Benar, pengalaman yang paling melekat di hati bagi saya ialah yang saya dapatkan semasa sebelum kemerdekaan, pada masa penjajahan.

Saya merasa beruntung karena memperoleh kesempatan memiliki ilmu-ilmu kemiliteran.

Baik dalam zaman penjajahan tentara Belanda maupun dalam masa penjajahan tentara Jepang.

Saya rasakan, ternyata ilmu-ilmu itu kemudian sangat berfaedah bagi saya dalam memberikan pengabdian saya kepada negara dan banngsa.

Itu saya rasakan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia maupun dalam mempertahankan kemerdekaan dan melanjutkan cita-cita kemerdekaan.

Halaman
1234
Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved