Sharmila Yahya, Digitalisasi Warung Tradisional

Sharmila Yahya, Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (INKOWAPI), memperkenalkan Warung Digital alias Warung Zaman Now.

Sharmila Yahya, Digitalisasi Warung Tradisional
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Sharmila Yahya, Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (INKOWAPI), saat memperkenalkan Warung Digital alias Warung Zaman Now di kantor INKOWAPI di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH---Jika tidak masuk ke dalam dunia digital, maka koperasi akan tertinggal atas pesatnya perkembangan bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensional.

Pendapat itu disampaikan oleh Sharmila Yahya, Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (INKOWAPI), saat memperkenalkan Warung Digital alias Warung Zaman Now di kantor INKOWAPI di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Oleh sebab itu, INKOWAPI saat ini telah masuk dan hijrah ke manajemen berbasis digital.

Baca: Warung Pintar Dapat Pendanaan Sebanyak 4 Juta Dolar AS

Mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis, dan keuangan.

"Saat ini INKOWAPI tengah melatih lebih dari 3.000 anggota untuk pengelolaan warung secara digital bekerja sama dengan SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat) dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan warung," kata Sharmila Yahya.

Sharmila Yahya juga penggagas komunitas SAHARA, sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM dan Koperasi Kadin Indonesia.

Saat ini, kata Sharmila Yahya, program yang sedang berjalan adalah pendataan dan pembinaan warung tradisional yang dikelola para perempuan di beberapa provinsi antara lain Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca: OK OCE Rambah Bisnis Online

"Kami akan menjadikan warung tradisional yang mereka kelola sebagai Warung Digital alias Warung Zaman Now," kata Sharmila Yahya.

Sharmila Yahya mengatakan, digitalisasi ini berupa penggunaan alat atau mesin semacam electronic data capture (EDC) untuk melakukan transaksi sehingga keuangan serta arus masuk dan keluar barang tercatat.

"Dengan digitalisasi ini akan tercatat transaksi yang terjadi dan memudahkan penghitungan stok barang yang masih ada atau sudah habis sehingga pengelolaan warung lebih baik," kata Sharmila Yahya.

Halaman
12
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help