Pilpres 2019

Setuju Ulama Dukung Capres, Din Syamsuddin: Asal Jangan Memonopoli Jalan ke Surga

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan, ulama juga memiliki hak untuk berkumpul dan mengutarakan pandangannya.

Setuju Ulama Dukung Capres, Din Syamsuddin: Asal Jangan Memonopoli Jalan ke Surga
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin di kantornya, Jalan Brawijaya VIII No 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018). 

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengganggap wajar jika ada ulama yang mendeklarasikan diri mendukung salah satu capres di Pilpres 2019.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan, ulama juga memiliki hak untuk berkumpul dan mengutarakan pandangannya.

Din Syamsuddin meminta agar tidak ada pihak yang saling menghalangi jika ada ulama berkumpul untuk mengutarakan pandangan.

Baca: Dimulai Tanggal 4 Agustus 2018, Ini Tahapan Pendaftaran Capres-Cawapres 2019

"Sangat absah dan punya hak kalau ada ulama-ulama lain juga berkumpul, kemudian memutuskan pandangannya. Yang tidak baik itu adalah kecenderungan monopolistik. Jangan memonopoli jalan ke surga, surga itu milik semua orang-orang beriman dan orang-orang yang berjuang untuk kepentingan masyarakat," paparnya, di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Di kesempatan yang sama, Sekjen MUI Anwar Abbas meminta para ulama dan Umat Islam tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.

"Saya kira sah-sah saja (ulama dukung capres), setiap orang berhak mempunyai pendapat. Tapi yang kita harapkan adalah kalau terjadi perbedaan pendapat harus ada toleransi, harus ada saling mengerti, supaya yang namanya persatuan dan kesatuan tidak terkoyak," tutur Anwar Abbas.

Baca: Pelajar dan Difabel Dapat 25 Ribu Tiket Gratis Asian Games 2018, yang Suka Bolos Tak Kebagian

Dia pun meminta Umat Islam lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan daripada kepentingan kelompok atau partai. Anwar Abbas berharap perbedaan pilihan di Pilpres 2019 tidak merusak persatuan dan kesatuan.

"Kami mengimbau supaya masalah kebersamaan, kesatuan, dan persatuan harus lebih dikedepankan daripada kepentingan kelompok atau partai," tutur Anwar Abbas. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved