PPDB 2018

Ombudsman Verifikasi Data Siswa di 2 Kelas Tambahan di SMAN 8 Depok yang Diduga Dijualbelikan

Ombudsman masih mendalami dugaan jual beli bangku siswa di SMAN 8 Depok yang membuka dua kelas tambahan, setelah PPDB selesai.

Ombudsman Verifikasi Data Siswa di 2 Kelas Tambahan di SMAN 8 Depok yang Diduga Dijualbelikan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Unjuk rasa ratusan ortu siswa miskin di Balai Kota Depok karena anak mereka ditolak di SMP Negeri di Depok, Rabu (11/7/2018). 

OMBUDSMAN RI Perwakilan Jakarta Raya masih mendalami dugaan jual beli bangku siswa di SMAN 8 Depok di Cilodong, yang membuka dua rombongan belajar (rombel) baru atau dua kelas tambahan, setelah PPDB selesai.

Dua kelas tambahan inilah yang diduga diperjual belikan pihak sekolah ke ortu calon siswa baru.

Di mana beredar kabar satu bangku siswa dihargai Rp 6,5 Juta sampai Rp 8 Juta.

Sedangkan satu kelas memiliki kuota 36 siswa.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho menuturkan alasan pihak sekolah membuka dua kelas tambahan atau dua rombel baru itu untuk mengantisipasi tidak masuknya para putra/putri TNI di Cilodong melalui jalur WPS (warga Penduduk Sekitar) di PPDB online sebelumnya.

Baca: Shandy Aulia: Dengan Sule Tidak Ada Apa-apa

"Karena alasannya seperti itu, maka kini kami sedang melakukan proses verifikasi data nama-nama siswa yang ada dalam list untuk dua kelas tambahan itu. Data dari sekolah disandingkan dengan data yang kami miliki," kata Teguh kepada Warta Kota, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya ini untuk memastikan apakah nama siswa di dua kelas tambahan itu benar-benar putra-putri TNI di Cilodong atau warga asrama TNI Cilodong atau paling tidak warga sekitar.

"Verifikasi ini kami lakukan agar hanya calaon peserta didik yang berasal dari Asrama TNI cilodong saja yang bisa ikut dengan rombongan belajar tersebut dengan memperhatikan jumlah data pokok peserta didik atau dapodik yang masih tersedia," kata Teguh.

Jika memang benar di dua kelas itu hanya berasal dari asrama TNI Cilodong atau warga sekitar, maka kata Teguh, alasan sekolah membuka dua kelas tambahan sesuai dengan fakta di lapangan.

Jika tidak kata dia disinyalir ada jual beli bangku di sana.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help