Komplotan Rampok Ngaku Polisi Narkotika Modusnya Tuduh Korban Pengguna Narkotika Berhasil Dicokok

Pelaku mencatut sebagai anggota polisi narkotika dan menuduh calon korbannya sebagai seorang pengguna.

Komplotan Rampok Ngaku Polisi Narkotika Modusnya Tuduh Korban Pengguna Narkotika Berhasil Dicokok
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polres Tangsel gelar pers rilis setelah mengamankan komplotan perampok yang sering mengaku sebagai anggota polisi narkoba di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (7/8/2018). 

KOMPLOTAN perampok yang mengaku sebagai polisi narkotika berhasil diringkus Polres Tangerang Selatan setelah sering melancarkan aksinya di daerah Tangerang.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku biasanya akan berpura-pura sebagai anggota polisi narkotika dan menuduh calon korbannya sebagai seorang pengguna narkoba.

"Pelaku mengaku sebagai anggota Polri dari Satuan Narkoba kemudian menuduh korban pengguna narkoba, lalu pelaku melakukan penyiksaan dan kemudian melakukan perampasan barang berharga milik korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho, Selasa (7/8/2018).

Penangkapan kompolotan polisi gadungan ini berawal dari laporan pengendara ojek online yang ditemukan disekap di tepi Jalan Tol BSD km.8 Serpong Tangerang Selatan tanggal 26 Juni silam.

Pelaku bernama Dwi Andriansyah (24), Billy Darmawan (28) Andi Juan (33), dan Rini (16) diduga terlibat dalam kasus perampasan motor sekaligus kekerasan terhadap pengendara ojek online itu sampai mengalami patah tulang rusuk.

“Terungkapnya ini setalah kami mendapati laporan dari korban, yang oleh pelaku dibuang di pinggir Tol BSD setelah harta benda yang ada pada diri korban sampai kendaraan sepeda motor dirampas,” terang Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan.

Menurut Ferdy, para pelaku biasanya akan memilih calon korban yang tengah mengendarai sepeda motor atau yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Komplotan perampok itu akan mendekati calon korban dan memasukannya ke dalam mobil.

"Di mobil tersebut, korban dalam keadaan dilakban mata dan tangannya, kemudian dianiaya dan dirampas harta bendanya dengan kondisi mobil berjalan,” lanjut Ferdy.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian meringkus tersangka pertama, Dwi di Pasar Minggu Jakarta Selatan pada tanggal 12 Juli lalu.

Tim Vipers Polres Tangsel kembali melacak sisa pelaku dan akhirnya petugas dapat membekuk Billy, Andi, dan Rini di tempat terpisah.

Dwi, Andy, dan Billy memberikan perlawanan ke petugas saat akan diamankan. Oleh karena itu, petugas mengambil langkah tegas dengan menembakkan timah panas ke bagian kaki.

Dari tangan ke empat pelaku, didapati sejumlah barang bukti seperti mobil Xenia, pisau, dan senjata air soft gun.

Akibat perbuatannya, komplotan perampok itu terlilit pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Polres Tangsel gelar pers rilis setelah mengamankan komplotan perampok yang sering mengaku sebagai anggota polisi narkoba di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (7/8/2018).
Polres Tangsel gelar pers rilis setelah mengamankan komplotan perampok yang sering mengaku sebagai anggota polisi narkoba di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (7/8/2018). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help