Home »

Depok

Ganjil Genap Akhir Pekan di Margonda Masih Dikaji

Menurut dia, tidak semua program bagus di daerah lain bisa diterapkan juga di Depok

Ganjil Genap Akhir Pekan di Margonda Masih Dikaji
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan. 

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap pada hari Sabtu dan Minggu di Depok, khususnya di Jalan Margonda, masih dalam proses kajian oleh pihak-pihak terkait.

“Saya minta agar kebijakan ini dikaji lebih dalam dengan cermat. Dikaji bersama dinas perhubunan yang memang sudah punya pembicaraan sebelumnya secara informal dengan pihak-pihak yang terkait misalnya pihak polres, satlantas, yang sudah dibicarakan terkait kebijakan ini,” kata Idris di Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Selasa (7/8/2018)

Menurut dia, tidak semua program bagus di daerah lain bisa diterapkan juga di Depok karena akan sangat tergantung pada potensi dan kemampuan personel serta fasilitas yang ada.

“Tidak semua program daerah lain dapat kita jiplak di daerah kita. Karena kita melihat potensi dan kemampuan kita di sini, kemampuan personel, kemampuan fasilitas jalan utara, selatan, barat, timur, dan sebagainya,” ujar dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah lebih dulu menerapakan sistem ganjil-genap di sejumlah jalan utama demi menekan kemacetan lalu lintas.

Idris mengatakan sistem ganjil genap di Depok harus melalui uji coba secara bertahap dan berulang serta setiap kali dievaluasi.

“Setelah dikaji lebih dalam ganjil-genap ini harus diuji coba paling lama seminggu atau seminggu beberapa kali maksudnya dua atau tiga kali sabtu minggu. Lalu kita lihat evaluasinya, kita minta pendapat masyarakat,” kata dia.

Pemerintah Kota Depok sebelumnya berencana melakukan pembatasan kendaraan dengan menerapkan sistem ganjil-genap di titik-titik kemacetan di Depok.  Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, akan mengkaji penerapan sistem itu, terutama di di Jalan Margonda.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help