GIIAS 2018

Dihargai Rp 60-70 Jutaan, AMMDes Mulai Produksi Massal Awal 2019

"Harganya belum fix, karena regulasi masih kami urus, karena ini kan alat bukan mobil. Kisarannya hanya Rp 60 juta-Rp 70 jutaan.."

Dihargai Rp 60-70 Jutaan, AMMDes Mulai Produksi Massal Awal 2019
Kompas.com/Stanly Ravel
Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang meluncur di GIIAS 2018. 

MELUNCURNYA kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) dalam ajang pemeran berskala internasional yang dihelat di ICE, Tangerang, GIIAS 2018, ikut menarik perhatiaan para pengunjung.

Apalagi, prosesi peluncurannya langsung dilakukan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Secara kesiapan, AMMDes diklaim sudah siap digunakan untuk membantu pertanian di desa-desa. Namun untuk produksi massalnya sendiri baru akan dilakukan tahun depan.

"Setelah Januari 2019 kami akan produksi massal, untuk jumlahnya nanti dulu. Kalau sekarang kita bikin (produksi) 90-100 unit untuk digunakan dibawa ke desa-desa sebagai praktik ke petani, seperti sosialisasi gitu ke petani," ucap Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiat, Selasa (7/8/2018).

Baca: Begini Tampilan Daihatsu Ayla Turbo yang Tenaganya Bisa Sentuh 200 PS

Baca: Ingin Punya Mitsubishi Xpander Tanpa DP, Simak Syarat Berikut Ini

Baca: Jokowi dan Airlangga Hartarto Naik AMMDES Usai Membuka GIIAS 2018

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018). (Andreas Lukas Altobeli)

Untuk kisaran harga jual, Kiat menjelaskan masih belum ada kesepakatan karena menunggu pengesahan regulasi dari Kementerian Perhubungan dan Perindustrian.

Namun untuk kisarannya ada di angka Rp 60-70 juta per unit, sementara untuk pemasangan alat pertanian di belakangnya akan ada biaya tambahan.

"Harganya belum fix, karena regulasi masih kami urus. Yang pasti beda regulasinya, karena ini kan alat bukan mobil. Kisarannya hanya Rp 60 juta-Rp 70 jutaan, tapi kita lihat dulu nanti bagaimana, karena tiap penambahan aksesoris ada tambahan. Misalnya, mau pakai pompa air ada tambahan biaya, menggunakan gilingan padi beda lagi," ujar Kiat.

Lebih lanjut Kiat menceritakan bahwa AMMDes ini murni diciptakan sebagai kendaraan multifungsi untuk di desa, bukan seperti Esemka yang dulu juga sempat Kiat ramaikan.

Proyek kendaraan desa yang Kiat garap, mendapat apresiasi dari pihak Astra melalui anak perusahaannya PT Velasto Indonesia.

Baca: Ini Bocoran Suzuki Soal Mobil Murah 7 Penumpang Pengganti Karimun Wagon R

Baca: GIIAS 2018, AMMDes Siap Diproduksi Sebanyak 3.000 Unit

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018). (Andreas Lukas Altobeli)

Setelah terjalin kerja sama, akhirnya Kiat Inovasi Indonesia (KII) dan PT Velasto memutuskan untuk membuat PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang berada di Citeurup dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) di Klaten, Jawa Tengah.

"Kami kerja sama, KII itu 49 persen, 51 persennya lagi Velasto. Kalau Esemka itu saya dulu hanya mentransfer ilmu, kita tahu lah kalau untuk bikin kendaraan itu ada tiga hal penting, pertama prototipe, kedua ada yang beli, dan ketiga investor. Nah, Esemka itu sudah banyak yang pesan tapi tidak ada investornya, pada zaman itu yah," kata Kiat. (Stanly Ravel)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awal 2019, AMMDes Mulai Produksi Massal"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help