Sebut Jokowi Cukup Satu Periode, Lieus: Ibarat Mesin Sudah Jebol

Jokowi cukup menjadi presiden satu periode, karena selama kepemimpinannya, banyak persoalan bangsa yang tidak mampu diselesaikan

Sebut Jokowi Cukup Satu Periode, Lieus: Ibarat Mesin Sudah Jebol
Warta Kota/Joko Supriyanto
Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma saat mendeklarasikan dukungan kepada Novel Baswedan sebagai cawapres untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. 

KOORDINATOR Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengatakan bahwa langkah Presiden Jokowi melaju ke periode kedua, cukup sampai satu periode saja.

Hal itu diungkapkan ketika mendeklarasikan dukungan kepada Novel Baswedan sebagai cawapres untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 dengan mengusung tema 'Gerakan lndonesia Bersih-lndonesia Tanpa Korupsi bersama Prabowo-Novel.'

Dalam kesempatan tersebut turut hadir mantan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suhardi, pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah, Ferdinan dan Reggy dari organisasi Garda Indonesia, serta aktivis Uchok Syafti Hidayat dan Niko.

"Joko Widodo (Jokowi) cukup menjadi presiden satu periode, karena selama kepemimpinannya, banyak persoalan bangsa yang tidak mampu diselesaikan, termaksuk masalah lemahnya penegakan hukum," kata Lieus Sungkharisma, Senin (6/8/2018).

Ketidak mampuan yang dimaksud salah satunya ia singung mengenai kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, yang hingga kini belum terungkap siapa pelakunya.

Diketahui, pada 11 Maret 2017 lalu, Novel disiram memakai air keras oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan kerusakan pada mata sebelah kiri.

"Yang paling saya sedih soal Novel Baswedan, 16 bulan kasus ini gak ada progres. Makanya Kamsia (terima kasih) Pak Jokowi, sudah cukuplah, satu periode cukup, kalau dua nanti kasihanlah, kemampuannya menurut saya tidak maksimal, ibarat mesin sudah jebol," ucapnya.

Atas hal itulah, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini menyebut jika sepantasnya Jokowi harus diganti oleh sosok pemimpin yang berani seperti Prabowo dan Novel.

"Kalau Pak Prabowo ini kan dia berani menghadapi siapapun. Kalau dia yang jadi selesai ni semua urusan-urusan korupsi. Tapi dalam implementasinya, Novel ini semua dia tau, rusaknya negeri ini semua ini dia tau, dia butuh dukungan dari semua pemimpin," katanya.

Menurutnya, ketika Novel bergerak dan berjuang berantas korupsi dan kemudian kena kasus di siram itu, Presiden Jokowi tidak bisa menyelesaikan, sehingga menurutnya cukup (Jokowi satu periode).

Sementara soal alasan pihaknya mendukung Novel sebagai cawapres Prabowo, lanjut Lieus, karena kiprahnya dalam memberantas korupsi sudah teruji, dan layak disebut sebagai pejuang anti korupsi.

"Novel Baswedan adalah salah satunya sosok pejuang anti korupsi yang sudah benar-benar membuktikan komitmennya. Perjuangannya melawan korupsi bahkan menyebabkan dirinya terdzalimi, salah satu matanya buta permanen. Dengan komitmen dan perjuangannya itu, tak ada seorang aktivis anti korupsi pun yang meragukan Novel Baswedan untuk menjadi ikon 'Gerakan lndonesia Bersih-lndonesia Tanpa Korupsi," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved