Film DOA: Cari Jodoh Pembuktian Karir Fedi Nuril

Karakter Doyok yang culun, memiliki kekurangan fisik, tidak tampan, dan berwawasan luas harus dihadapinya sebagai tantangan besar dalam berkarir.

Film DOA: Cari Jodoh Pembuktian Karir Fedi Nuril
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Fedi Nuril saat menyambangi kantor Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018) dalam promo film 'DOA: Cari Jodoh' bersama Dwi Sasono, Pandji Pragiwaksono, dan Jihane Almira. 

FILM DOA: Cari Jodoh rupanya menjadi pembuktian akting dari Aktor Fedi Nuril (36), yang sudah 14 tahun berkarir di dunia akting.

Pasalnya, selama ini, Fedi Nuril selalu memerankan karakter yang berkarismatik dan adegannya selalu menangis. Terlebih film 'Ayat Ayat Cinta' membuat namanya besar di industri perfilman Indonesia.

Saat membintangi karakter Fahri di 'Ayat Ayat Cinta' karya MD Pictures dan meraih box office, Fedi Nuril menjadi laki-laki yang didamba-dambakan oleh kaum hawa.

Fedi Nuril (kanan) saat menyambangi kantor Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018) dalam promo film 'DOA: Cari Jodoh' bersama Dwi Sasono (no 2 kiri), Pandji Pragiwaksono (kiri), dan Jihane Almira (no 2 kanan).
Fedi Nuril (kanan) saat menyambangi kantor Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018) dalam promo film 'DOA: Cari Jodoh' bersama Dwi Sasono (no 2 kiri), Pandji Pragiwaksono (kiri), dan Jihane Almira (no 2 kanan). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Ketampanan dan bakat aktingnya yang mumpuni, mampu membawa film yang ia bintangi merajai tangga industri perfilman Indonesia.

Kali ini Fedi menerima tantangan baru. Karakter Doyok yang culun, memiliki kekurangan fisik, tidak tampan, dan berwawasan luas harus dihadapinya sebagai tantangan besar dalam berkarir.

Tentu, lewat Doyok di 'DOA: Cari Jodoh' merupakan pembuktiannya, bahwa Fedi mampu keluar dari zona nyaman genre drama yang membesarkan namanya itu.

"Film ini jadi yah memang membuktikan, biasanya gua drama yang memang harus nangis. Sekarang tanpa menangis dan bahkan penampilannya juga beda," kata Fedi Nuril saat menyambangi kantor Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018) dalam promo film 'DOA: Cari Jodoh' bersama Dwi Sasono, Pandji Pragiwaksono, dan Jihane Almira.

Untuk transisi karakter Fahri ke Doyok, diakui oleh personil grup band Garasi itu sangat lah sulit.

Terlebih karakter Fahri yang selalu dikejar-kejar dan memiliki lebih dari satu wanita, karakter Doyok sangat berbanding terbalik.

Doyok dalam film garapan Anggy Umbara bersama rumah produksi MD Pictures itu, merupakan laki-laki yang tampan, memiliki kekurangan, belum beristri, dan berwawasan luas serta suka berbicara politik negara.

"Susah yah transisinya. Karena biasanya dikejar-kejar, sekarang sepi banget. Kedua, mungkin buat saya yang banyak drama dan hampir selalu ada adegan nangis," ucapnya.

"Untuk dapat skrip enggak ada nangisnya sama sekali senang banget. Jadi, okey siap berangkat," tambahnya.

Selain itu, Fedi mengatakan bahwa biasanya ia membedah skenario dengan serius untuk film drama, kali ini ia memerankan karakter Doyok yang didalaminya penuh dengan logika.

"Karena biasa drama jadi ngebedah skenario detail dan tiap aksi motivasinya ditanyain, ini mulai ready. Karena memang karakter Doyok kesehariannya pakai Lurik dan Blangkon. Jadi sejauh mana kita melogikakan opininya. Mau terseah ngapain," jelas Fedi Nuril. (ARI)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved