Home »

News

» Jakarta

Anggota NJ Mania Tewas, Rochy Putiray Bilang Begini

untuk teman-teman Jak Mania harusnya lebih dewasa dan bijaksana karena mereka adalah pentolan suporter yang ada di Jakarta.

Anggota NJ Mania Tewas, Rochy Putiray Bilang Begini
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Suasana rumah duka William Wijaya di Jalan Serayu, No. 306, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (6/8/2018). 

Pelatih Persitara Jakarta Utara Rochy Putiray menyesalkan bentrokan yang melibatkan North Jakarta Mania (NJ Mania), suporter Persitara Jakarta Utara beberapa waktu lalu hingga mengakibatkan nyawa William Wijaya (16) melayang.

Mantan pemain tim nasional itu menilai seluruh pihak terkait harus memperhatikan masalah tersebut. Pasalnya bentrokan yang melibatkan suporter sepakbola bukan kali ini saja terjadi di Indonesia.

“Kalau saya pribadi, ini hal yang harus diperhatikan oleh federasi. Karena ini dari tahun ke tahun, dari tahun ke tahun selalu sama. Dan harusnya sepakbola itu jadi pemersatu. Bukan selalu jadi korban,” sesalnya, Senin (6/8/2018).

Selain itu juga setiap kelompok suporter sepakbola juga harus introspeksi diri. Pesan tersebut juga ditujukan Rochy kepada Jak Mania, suporter Persija Jakarta, agar bisa menjadi panutan khususnya di ibu kota.

“Para ketua suporter harusnya lebih bijaksana. Lebih mengoreksi pentolan-pentolannya untuk lebih dewasa. Karena kejadian ini jauh dari tempat pertandingan dan bukan di lokasi pertandingan. Itu di tengah jalan,” katanya.

“Dan untuk teman-teman Jak Mania harusnya lebih dewasa dan bijaksana karena mereka adalah pentolan suporter yang ada di Jakarta. Pentolan suporter liga satu. Ini dengan liga satu, mereka menunjukkan hal yang tidak dewasa bagi suporter. Harusnya mereka dewasa lebih mengayomi,” ucapnya.

Manajer Persitara Jakarta Utara, Kevin Valentino meminta agar NJ Mania bisa menahan diri dengan adanya kejadian tersebut. Pasalnya bentrokan semacam ini justru membuat rugi Persitara Jakarta itu sendiri.

“Pertama-tama kami dari manajemen klub, saya selaku manajer mengucapkan turut berbela sungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan,” katanya.

“Saya menginstruksi untuk seluruh suporter menahan diri. Jangan melakukan tindakan-tindakan balasan dan lain-lainnya yang dapat merugikan tim. Terutama ya seperti sekarang ini, pertandingan kita sebagai contoh akhirnya ditunda karena kejadian ini,” ucapnya.

Bahkan Kevin juga mengaku prihatin ada pihak-pihak yang dengan sengaja menyiarkan secara langsung bentrokan tersebut melalui media sosial. Padahal seharusnya mereka mencegah aksi bentrokan terjadi lebih jauh lagi.

“Mirisnya ada akun Instagram yang live pada saat melakukan pengeroyokan. Itu yang kami mau laporkan ke pihak yang berwajib, juga ke PSSI dalam hal ini Asprov DKI. Bahwa memang sepertinya ini sudah direncanakan karena mereka live Instagram dan membawa sajam seperti celurit dan sebagainya,” katanya.

Sekadar informasi, seorang anggota North Jakarta Mania (NJ Mania), suporter Persitara Jakarta Utara, William Wijaya (16) tewas usai bentrokan yang terjadi di Jakarta Timur, Sabtu (4/8) lalu. William sempat dilarikan ke RS Polri Kramatjati namun akhirnya tewas usai kehabisan darah setelah mengalami luka bacokan di punggungnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help