Transaksi Narkoba di Bandara Halim Perdanakusuma, Pilot Sudah 10 Tahun Konsumsi Sabu

Pilot maskapai asal Bangladesh sudah mengonsumi sabu selama 10 tahun dan ditangkap oleh polisi Polda Metro Jaya.

Transaksi Narkoba di Bandara Halim Perdanakusuma, Pilot Sudah 10 Tahun Konsumsi Sabu
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap dua pilot di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (2/8/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya memastikan dua pilot GS dan BC yang ditangkap di pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Kamis (2/8/2018), positif mengonsumsi sabu.

Hasil itu diketahui setelah dilakukan tes urine, dan GS diketahui telah mengonsumsi sabu sejak 10 tahun lalu.

"Kami sudah lakukan tes urine terhadap dua pelaku. Hasilnya positif menggunakan narkotika jenis sabu. GS diketahui telah mengonsumsi sabu sejak 10 tahun lalu," kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (5/8/2018).

Baca: Ingin Dapat Sertifikasi Penerbang, Pilot Beri 0,8 Gram Sabu ke Penguji Simulatornya

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki keterlibatan pilot lainnya, apalagi kasus penggunaan sabu oleh pilot telah terjadi beberapa kali.

GS dan BC ditangkap karena kedapatan sedang melakukan transaksi 0,8 gram sabu.

"Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa GS dan BC akan melakukan transaksi sabu di tempat parkir Bandara Halim Perdanakusuma. Anggota langusng melakukan pengecekan ternyata benar transaksi tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Saat digeledah, kata Argo, terdapat barang bukti berupa 0,8 gram sabu. Sabu itu hendak diberikan dari GS ke BC.

Baca: Melakukan Transaksi Sabu, Pilot dan PNS Kemhub Ditangkap Polisi

Petugas langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua tersangka di Mapolda Metro Jaya.

Dari keterangannya, GS merupakan pilot maskapai Bangladesh.

"Kemudian kami melakukan penggeledahan di kediaman GS, di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan. Kami temukan satu set alat hisap sabu dan tiga lembar alumunium foil bekas. Juga ID Card Regent Airways dengan Nomor RA-1329," kata Argo.

Selanjutnya, juga dilakukan penggeledahan di kediaman BC di Cipayung, Jakarta Timur.

Baca: 20 Pilot Maskapai Lapor Terganggu Balon Udara di Langit Pulau Jawa

"Dari rumahnya ditemukan bekas tutup botol air mineral warna biru terdapat sedotan warna putih. Lalu kota bekas tempat sikat gigi berisi sedotan dan pipet kaca," katanya.

Keduanya dijerat, Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup.

Mereka bisa dihukuman penjara 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar paling banyak 10 miliar.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help