Media Sosial

Tanah Amblas di Tuban Munculkan Gua Nan Indah Ini 

DI BALIK bencana alam yang terjadi, Indonesia adalah mempunyai alam yang indah. Ini salah satunya, penemuan sebuah gua di Tuban.

Tanah Amblas di Tuban Munculkan Gua Nan Indah Ini 
Twitter/@Sutopo_PN
SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018). 

DI BALIK bencana alam yang terjadi, Indonesia adalah tanah yang indah. Keindahan alam Nusantara masih menjadi misteri yang tersembunyi untuk ditemukan.

Hal itu disiratkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho tentang temuan gua, lewat status twitternya @Sutopo_PN pada Minggu (5/8/2018).

Penemuan gua di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini berawal dari seorang warga yang dikejutkan dengan amblasnya dasar tanah, ketika hendak memotong batu kumbung atau batuan kapur untuk pondasi rumah.

SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018).
SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018). (Twitter/@Sutopo_PN)

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tanah amblas hingga membentuk lubang sedalam delapan meter. Namun amblasnya tanah diungkapkan Sutopo bukan merupakan musibah, tetapi berkah karena ditemukan adanya sebuah gua.

"Dasar lantai tiba-tiba roboh saat seorang warga memotong batu kubung di lahan miliknya di Desa Krajan Kec. Semanding Kab. Tuban pada 3/8/2018 pukul 15.00 WIB. Ada lubang dalam 8 meter. Setelah dicek ternyata gua yang luas dan indah. Alam Indonesia memang kaya!," tulisnya lewat akun @Sutopo_PN pada Minggu (5/8/2018).

Kicauan Sutopo mencerahkan lini massa akunnya dari sejumlah postingan bencana alam Indonesia, mulai dari gempa bumi yang terus terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak sepekan lalu hingga kemarau yang menyebabkan kebakaran hutan di Pulau Gili Lawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Wonogiri, Jawa Timur.

Belum lagi ancaman gunung berapi Anak Krakatau di Banten dan Gunung Agung di Bali yang masih aktif serta sesekali erupsi. Di luar Zona Berbahaya, fenomena alam itu menurutnya dapat menjadi potensi wisata alam menjanjikan.

"Gunung Anak Krakatau hampir setiap hari meletus sejak 18/6/2018 hingga sekarang. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya hanya di dalam radius 2 km. Di luar itu aman. Masyarakat dapat menikmati lontaran batu pijar dan sensasi letusan di luar radius 2 km. Jangan takut," tulisnya.

SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018).
SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018). (Twitter/@Sutopo_PN)

Namun imbauan agar terus waspada dari bencana alam terus disampaikan, seperti ancaman longsor di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ataupun kebakaran hebat yang terjadi di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua suaka alam itu masih ditutup hingga hari ini, Minggu (5/8/2018).

"Jalur pendakian Gunung Rinjani Lombok masih ditutup. Pendaki dan wisatawan dilarang naik. Gempa susulan terus terjadi. Sudah 564 kali gempa susulan hingga 4/8/2018 pagi. Status Gunung Rinjani Waspada (level 2). Radius 1,5 km dari Gunung Rinjani daerah yang berbahaya," tulisnya.

"Longsor dan batu-batu berjatuhan di lereng Gunung Rinjani Lombok saat diguncang gempa 4,8 SR pada 4/8/2018 pukul 13.44 WITA. Guncangan cukup keras dirasakan. Jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup sampai waktu yang belum ditentukan," tulisnya lagi.

SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018).
SEBUAH gua ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya seorang warga memotong batu kumbung atau batuan kapur dan menyebabkan amblasnya tanah hingga delapan meter, Jumat (3/8/2018). (Twitter/@Sutopo_PN)

Sementara alasan penutupan pulau yang dijuluki Pulau Komodo itu dikarenakan masih akan dilakukannya penyelidikan oleh aparat terkait. Pasalnya, kebakaran hutan yang terjadi dilaporkan menghanguskan seluas 10 hektar lahan, habitat Komodo.

"Dari hijau asri berubah hitam legam. Itulah penampakan padang savana di Gili Lawa Darat, Taman Nasional Komodo di Kab. Manggarai Barat NTT. Pascakebakaran padang savana seluas 10 hektar wisata di Gili Lawa Darat ditutup sejak 3/8/2018 untuk penyelidikan aparat. Memprihatinkan," ungkapnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help