Melakukan Transaksi Sabu, Pilot dan PNS Kemhub Ditangkap Polisi

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua pilot di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II.

Melakukan Transaksi Sabu, Pilot dan PNS Kemhub Ditangkap Polisi
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap dua pilot di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (2/8/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap dua pilot di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (2/8/2018).

Kedua pilot itu, GS dan BC ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi 0,8 gram sabu.

Baca: Pemuda Pengangguran Edarkan Sabu di Kembangan Diciduk Polisi

"Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa GS dan BC akan melakukan transaksi sabu di tempat parkir Bandara Halim Perdanakusuma. Anggota langsung melakukan pengecekan ternyata benar transaksi tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwonodi Mapolda Metro Jaya, Minggu (5/8/2018).

Saat digeledah, kata Argo, terdapat barang bukti berupa 0,8 gram sabu. Sabu itu hendak diberikan dari GS ke BC.

Baca: Empat Penyelundup Sabu Jaringan Taiwan Divonis Mati, Satu Diantaranya Warga Indonesia

Petugas langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada kedua tersangka di Mapolda Metro Jaya.

Dari keterangannya, GS merupakan pilot regent maskapai Bangladesh.

"Kemudian kami melakukan penggeledahan di kediaman GS, di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan. Kami temukan satu set alat hisap sabu dan tiga lembar alumunium foil bekas. Juga ID Card Regent Airways dengan Nomor RA-1329," kata Argo.

Baca: Selain Curi Uang Wisatawan, Penjaga Homestay di Pulau Tidung Kedapatan Bawa Sabu

Selanjutnya, juga dilakukan penggeledahan di kediaman BC di Cipayung, Jakarta Timur.

BC merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diperbantukan menjadi pilot di maskapai swasta.

"Dari rumahnya ditemukan bekas tutup botol air mineral warna biru terdapat sedotan warna putih. Lalu kota bekas tempat sikat gigi berisi sedotan dan pipet kaca," kata Argo.

Baca: Bawa Sabu, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat Terancam Dipecat

Keduanya dijerat, Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup. Dengan hukuman penjara paling 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar paling banyak 10 miliar.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help