Pilpres 2019

Sebut Jelang Empat Kali Ikut Pemilihan Langsung, Jusuf Kalla Bakal Maju Lagi di Pilpres 2019?

Wakil Presiden Jusuf Kalla bercerita tentang pengalaman dirinya yang mengikuti tiga kali pemilihan umum (pemilu).

Sebut Jelang Empat Kali Ikut Pemilihan Langsung, Jusuf Kalla Bakal Maju Lagi di Pilpres 2019?
Biro Setwapres.id
Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kediaman SBY di Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018) malam. 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla bercerita tentang pengalaman dirinya yang mengikuti tiga kali pemilihan umum (pemilu).

JK menyebut dirinya memegang rekor warga Indonesia yang paling sering mengikuti pemilu. JK tercatat telah mengikuti tiga kali pemilihan calon presiden dan wakil presiden berturut-turut sejak 2004.

"Pemilihan langsung sudah tiga kali ini, menjelang empat kali. Saya memegang rekor Indonesia, tiga-tiganya saya ikuti. Dua kali menang, satu kali kalah," ujar JK dalam diskusi Forum Pemred di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Baca: Minta Ustaz Abdul Somad Terima Rekomendasi Jadi Cawapres Prabowo, Amien Rais Ungkit Kisah Nabi Yunus

Ia mengatakan, saat maju pilpres, ia dua kali maju tanpa dukungan partai politik, dan sekali maju saat menjabat ketua umum partai politik. Saat maju di 2009, JK menjabat Ketua Umum Partai Golkar.

"Yang menarik, semua saya menangi saat saya tak ada partai, artinya partai tidak mendukung saya. Pada saat saya ketum partai, justru saya kalah," tutur Kalla.

Kini, setidaknya ada tiga ketua umum partai pendukung Jokowi yang digadang-gadang menjadi cawapres Jokowi. Mereka adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Baca: Setuju UAS Dampingi Prabowo, Amien Rais Ungkap Reaksi Orang Muhammadiyah Saat Gus Dur Jadi Presiden

JK seakan-akan mengingatkan Jokowi untuk tidak mengaitkan nama besar ketua umum partai politik menjamin kemenangan.

"Jadi tidak ada korelasi antara partai dengan kemenangan, buktinya tanpa dukungan partai saya, saya menang, tapi saya jadi ketum saya kalah," paparnya. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help