Pendiri PKS dan Bacaleg PDIP Yusuf Supendi Wafat, Hasto Kristiyanto Tunda Pembekalan Kader Baru

Pendiri Partai Keadilan Sejahtera sekaligus bacaleg PDI Perjuangan KH Yusuf Supendi, dikabarkan meninggal dunia.

Pendiri PKS dan Bacaleg PDIP Yusuf Supendi Wafat, Hasto Kristiyanto Tunda Pembekalan Kader Baru
Kompas.com/Icha Rastika
PENDIRI PKS Yusuf Supendi saat mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2013). 

PENDIRI Partai Keadilan Sejahtera sekaligus bacaleg PDI Perjuangan KH Yusuf Supendi, dikabarkan meninggal dunia.

PDI Perjuangan mengaku sangat berduka dan kehilangan atas wafatnya KH Yusuf Supendi.

“Meskipun beliau baru bergabung ke PDI Perjuangan, tetapi saya sudah intens berkomunikasi sejak tiga bulan lalu. Bahkan dua hari yang lalu, beliau dengan penuh semangat menyampaikan dukungan masyarakat Bogor atas pencalonan tersebut," ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lewat keterangan tertulis, Jumat (3/8/2018).

Baca: Kantor Kecamatan Sawah Besar Jadi Tempat Naik Turun Penumpang Ojek Online

Ia pun tidak menyangka almarhum berpulang begitu cepat. Lantaran dirinya dan almarhum baru saja membahas rencana memperingati Hari Raya Idul Adha 1439 H.

Hasto Kristiyanto mengatakan, Yusuf sudah memilih sapi yang akan dijadikan sebagai hewan kurban.

"Kami pun sempat membahas rencana untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1439 H. Beliau sendiri sudah memilih sapi yang akan dijadikan sebagai hewan kurban," kata Hasto Kristiyanto.

Baca: Mahfud MD: Di Indonesia Tikus Lebih Besar daripada Kucing

Ia mengatakan, kenangan yang paling kuat tentang almarhum adalah sosoknya yang tawadhu, santun, dan bersahaja.

“Berbagai ungkapan suara hati almarhum mengapa bergabung ke PDI Perjuangan sudah kami rekam secara khusus. Rekaman tersebut menjadi kenangan yang begitu berharga bagi kami," jelas Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto mengatakan hari ini sebenarnya PDI Perjuangan bermaksud mengadakan pembekalan terhadap seluruh tokoh agama yang baru bergabung ke PDI Perjuangan, termasuk di dalamnya KH Yusuf Supendi dan Kapitra Ampera serta 14 peserta lainnya. Namun, acara tersebut ditunda demi menghormati kepergian almarhum.

"Acara pelatihan lalu kami tunda untuk memberikan penghormatan terhadap almarhum," ucapnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved