Delapan Bulan, Lima Perusahaan di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan

Hingga delapan bulan, lima perusahaan swasta di Kota Bekasi terus melakukan pengurangan karyawan.

Delapan Bulan, Lima Perusahaan di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan
Istimewa
Ilustrasi Dipecat 

WARTA KOTA, BEKASI---Hingga delapan bulan, lima perusahaan swasta di Kota Bekasi terus melakukan pengurangan karyawan.

Pemicunya karena perusahaan tidak mampu mengimbangi keuangan internal dengan perekonomian saat ini.

Purnomo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, mengatakan, meski ada pengurangan jumlah karyawan namun belum ada perusahaan yang gulung tikar atau tutup.

Baca: Para Korban PHK JICT Menginap untuk Jaga Tenda Keprihatinan

Berbeda dengan tahun 2017, saat itu ada 20 perusahaan yang angkat kaki dari Kota Bekasi.

"Mereka lebih memilih pindah produksi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur karena upah tenaga kerja di sana lebih rendah," kata Purnomo, Jumat (3/8/2018).

Menurut Purnomo, lima perusahaan yang melakukan pengurangan tenaga kerja bergerak di bidang produksi makanan dan minuman.

Perusahaan itu, kata Purnomo, Ketua Apindo Kota Bekasi, jumlah karyawannya terbilang besar ketimbang perusahaan lain karena jenis perusahaan ini melakukan produksi setiap hari.

Purnomo mengatakan, alasan perusahaan melakukan pengurangan karena tengah melakukan efisiensi keuangan.

Baca: Imbas Bus Terguling, Ratusan Karyawan Operator Transjakarta Terancam PHK

Perusahaan tidak ingin ongkos produksi tinggi ketimbang hasil produksi.

"Mereka harus menyesuaikan antara biaya produksi dan hasilnya. Jangan sampai mereka rugi akibat kasus tersebut," katanya.

Selain itu, kata dia, penjualan hasil produksi barang di banyak perusahaan juga sedang mengalami penurunan.

Hal itu dialami seluruh industri yang melakukan ekspor maupun pasar domestik.
Terlebih lagi, bahan material produksi saat ini tinggi dan hampir tidak sesuai dengan produk yang dihasilkan.

Baca: 7 Eleven Hingga Lotus Tutup, Pemerintah Harus Antisipasi PHK Massal

Dia berharap, agar pemerintah segera mengambil tindakan atas kasus pengurangan karyawan.

Setidaknya, penanganan di sejumlah sektor ekonomi harus dilakukan secara makro. Bukan itu saja, kata dia, bagi perusahaan harus mampu mempertahankan daya saing pasar.

"Daya saing pasar itu yang bisa membuat perusahaan stabil," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help