Alasan Perusahaan Swasta di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan

Perusahaan yang gulung tikar pada 2017 karena mengalami defisit keuangan akibat UMK menembus Rp 3,6 juta.

Alasan Perusahaan Swasta di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan
Istimewa
Ilustrasi Dipecat 

WARTA KOTA, BEKASI---Hingga delapan bulan, lima perusahaan swasta di Kota Bekasi terus melakukan pengurangan karyawan.

Pemicunya karena perusahaan tidak mampu mengimbangi keuangan internal dengan perekonomian saat ini.

Purnomo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, mengatakan, meski ada pengurangan jumlah karyawan namun belum ada perusahaan yang gulung tikar atau tutup.

Baca: 5 Perusahaan Swasta di Kota Bekasi Mengurangi Karyawan, Ada 1 Perusahaan Mengurangi 220 Orang

Berbeda dengan tahun 2017, saat itu ada 20 perusahaan yang angkat kaki dari Kota Bekasi.

"Mereka lebih memilih pindah produksi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur karena upah tenaga kerja di sana lebih rendah," kata Purnomo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Mohamad Kosim, mengatakan, perusahaan yang gulung tikar pada 2017 karena mengalami defisit keuangan akibat upah minimum kerja (UMK) di wilayah setempat yang menembus Rp 3,6 juta.

Baca: Delapan Bulan, Lima Perusahaan di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan

Keputusan perusahaan untuk hengkang dari Kota Bekasi semakin bulat, manakala UMK di wilayah setempat naik menjadi Rp 3,9 juta pada tahun 2018.

Mereka merasa, besaran upah UMK tahun 2017 lalu saja sudah memberatkan, ditambah biaya produksi dan daya saing mereka semakin berat.

"Nilai UMK kami nomor dua paling tinggi di Jawa Barat setelah Kabupaten Karawang. DKI Jakarta saja masih di bawah kami besaran UMK-nya," katanya.

Dia menjelaskan, perusahaan yang gulung tikar itu bergerak di berbagai macam bidang di antaranya garmen, percetakan, mesin dan perdagangan.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help