Agen Asuransi Tetap Diperlukan di Indonesia

Ditengah gempuran digitalisasi, peran agen asuransi dipertanyakan. Masihkah diperlukan agen asuransi di Indonesia?

Agen Asuransi Tetap Diperlukan di Indonesia
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Keterangan pers AAJI tentang peran agen asuransi di Indonesia. 

PERUSAHAAN asuransi gencar menggalakan digitalisasi. Sehingga nasabah bisa mengenal bahkan mendaftar asuransi lewat online.

Kondisi tersebut membuat banyak pihak mengatakan peran agen asuransi akan berkurang.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim optimis peran agen asuransi tak tergantikan.

Walaupun lewat online, konsumen tetap membutuhkan ikatan emosional dan penjelasan lewat jasa agen asuransi.

"Dalam 5 tahun kedepan peran agen asuransi tetap ada. Agen dicari untuk mendampingi nasabah, perencanaan keuangan. Persepsi agen adalah sales pudar. Sekarang dengan profesionalisme akan jadi partner untuk pengelolaan keuangan," kata Hendrisman saat konferensi pers tentang perkembangan industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jumat (3/8/2018).

Ia mengatakan, idealnya jumlah agen asuransi di Indonesia mencapai 10 juta orang. Namun saat ini baru mencapai 600.000 orang.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 1 persen yang masuk dalam Million Dollar Round Table (MDRT) Indonesia yang keanggotaanya tumbuh melampaui 40 persen di tahun 2018 ini menjadi 2.048 anggota.

Untuk menjadi anggota MDRT, seorang agen asuransi perlu mengantongi premi dari penjualan pribadi sebesar Rp 552.561.000, akumulasi premi pertama per tahun.

Hendrisman menambahkan, agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia.

Pada akhir 2017, dari total premi yang berhasil dikumpulkan oleh industri asuransi jiwa nasional sebesar Rp 195,72 triliun atau tumbuh 17.2 persen dari tahun sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help