Tawaran Chevron Lebih Menggiurkan, Jokowi Justru Pilih Pertamina Kelola Blok Rokan

47 tahun menguras minyak bumi di Blok Rokan Riau, PT Chevron Pasific Indonesia (PCI) harus hengkang menyusul berakhirnya kontrak pada 2021.

Tawaran Chevron Lebih Menggiurkan, Jokowi Justru Pilih Pertamina Kelola Blok Rokan
Istimewa
BLOK migas Rokan di Riau 

SELAMA 47 tahun menguras minyak bumi di Blok Rokan Riau, PT Chevron Pasific Indonesia (PCI) harus hengkang pasca berakhirnya kontrak pada tahun 2021 mendatang. Padahal, tawaran yang disampaikan PT PCI lebih 'seksi' dibandingkan pertamina.

Kabar tersebut dibanggakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Lewat akun twitternya @jokowi pada Kamis (2/8/2018), Jokowi mengaku bangga pengelolaan Blok Rokan kini telah diambil alih oleh Pertamina.

Lewat penyerahan pengelolaan blok minyak terbesar di Indonesia itu kepada PT Pertamina, Jokowi menyebut Blok rokan akan memenuhi sebesar 60 persen kebutuhan minyak dan migas pada tahun 2021 mendatang.

"Setelah 50 tahun dikelola Chevron, blok migas Rokan di Riau diserahkan ke Pertamina. Luas blok migas ini 6.220 km dengan 96 lapangan minyak di antaranya Duri, Minas dan Bekasap. Dengan mengelola Blok Rokan, Pertamina akan menguasai 60% produksi migas nasional tahun 2021," tulis Jokowi lewat twitternya @jokowi pada Kamis (2/8/2018).

Sebelumnya, PT PCI dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan telah mengajukan proposal menggiurkan.

Proposal tersebut berisi pengelolaan Blok Rokan dengan teknologi yang mengadopsi Enhance Oil Recovery (EOR).

"Chevron ini punya teknologi tinggi untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak di Blok Rokan sampai 1,2 miliar barel," ujar Luhut.

Selain itu, Chevron mengajukan investasi hingga USD 88 miliar atau setara Rp 1.277 triliun (kurs 1 dollar AS sebesar Rp 14.518) untuk kembali mengelola Blok Rokan selama 20 tahun ke depan hingga 2041.

"Untuk investasinya 10 tahun pertama 33 miliar dollar AS dengan produksi 500 juta barel minyak dan 10 tahun kedua 55 miliar dollar AS untuk produksi 700 juta barel," imbuh Luhut.

Namun di akhir tenggat waktu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia justru menunjuk PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan hingga tahun 2041.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved