Media Sosial

Setelah Kebocoran Data, Facebook Pangkas Ratusan Ribu Aplikasi

UNTUK meningkatkan privasi penggunanya, Facebook kini tengah memangkas ratusan ribu aplikasi yang tidak aktif.

Setelah Kebocoran Data, Facebook Pangkas Ratusan Ribu Aplikasi
Surya Malang
Ilustrasi Facebook Mobile. Melalui postingan di akun Facebook, oknum pilot Garuda, OGT, menilai bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian. 

UNTUK meningkatkan privasi penggunanya, Facebook kini tengah memangkas ratusan ribu aplikasi yang tidak aktif.

Aplikasi yang dipangkas adalah aplikasi yang menggunakan Facebook’s Application Programming Interface (API) atau antarmuka pemrograman aplikasi Facebook.

Sebagai sosial media terbesar, sejak Mei lalu, Facebook memberikan waktu sampai tanggal 1 Agustus kepada aplikasi yang terkait untuk mengajukan peninjauan.

Kegiatan “bersih-bersih” Facebook dimulai setelah sebuah skandal terbongkar pada bulan Maret lalu, sebanyak 87 juta data pengguna Facebook telah “dipanen” tanpa sepengetahuannya.

Data-data tersebut dibagikan ke perusahaan riset Cambridge Analytica yang berafiliasi dengan Trump.

Sejak skandal itu, kini Facebook mulai memperketat privasi penggunanya dan memantau aplikasi yang terhubung langsung dengan sosial media besutan Mark Zuckerberg ini.

Pada bulan Mei, Facebook menghentikan 200 aplikasi yang diduga melakukan penyalahgunaan data.

“Tujuan kami dengan segala perubahan ini untuk memastikan kami lebih melindungi informasi pengguna Facebook selagi mengizinkan para pengembang membangun pengalaman sosial yang hebat – seperti mengelola grup, merencanakan perjalanan liburan atau mendapatkan tiket konser band favorit,” kata Wakil Presiden Kemitraan Produk Ime Archibong.

Setelah Konferensi Pengembang F8 pada awal tahun ini, kini pengembang diharuskan memverifikasi bisnis mereka dan menandatangani kontrak persyaratan yang melingkupi keamanan informasi data.

Facebook juga menjelaskan jika nantinya terdapat aplikasi yang mencurigakan, maka pengembang diberikan waktu untuk memberikan tanggapan.

Jika tidak merespon dan lewat dari batas waktu yang ditentukan, selanjutnya Facebook akan menghapus akses aplikasi tersebut.

Para pengembang juga tidak perlu khawatir selama mematuhi kebijakan Facebook, akses pengembang ke Facebook belum diputus selama masa peninjauan aplikasi mereka.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved