Satpol PP Depok Ultimatum PKL di Kemiri Muka

Para PKL dan pemilik bangli diminta pindah atau membongkar sendiri bangunan mereka jika tidak ingin dibongkar paksa petugas.

Satpol PP Depok Ultimatum PKL di Kemiri Muka
Warta Kota
Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di kemiri Muka, Beji, Depok. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengultimatum puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Sejajar Rel di samping Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok.

Para PKL dan pemilik bangli diminta pindah atau membongkar sendiri bangunan mereka jika tidak ingin dibongkar paksa petugas.

Sebab keberadaan PKL dan bangli dianggap melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, karena berdiri diatas pedestrian dan memakan bahu jalan.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto kepada Warta Kota, Kamis (2/8/2018).

"Pekan lalu sudah kita layangkan surat peringatan pertama atau SP 1. Lalu Rabu kemarin kita layangkan SP 2 ke para PKL dan pemilik bangunan di sepanjang Jalan Sejajar Rel di Kemiri Muka itu," kata Yayan.

Karenanya dalam beberapa hari ke depan tambah Yayan, pihaknya akan melayangkan SP 3 atau yang terakhir, sebelum nantinya surat perintah bongkar di keluarkan dan pembongkaran paksa dilakukan bagi lapak PKL dan bangunan yang masih ada di sana.

"Kami harap para PKL dan pemilik bangunan sudah membongkar sendiri bangunan mereka dalam beberapa hari ini, sebelum kami bongkar paksa," kata Yayan.

Yayan menjelaskan semua lapak dan bangunan liar yang ada di pedestrian dan bahu jalan di Jalan Sejajar Rel, di Kemiri Muka itu jelas-jelas melanggar aturan dan ketentuan yang ada.

Semuanya kata Yayan digunakan pemilik lapak dan bangunan sebagai tempat usaha.

"Juga membuat wilayah di sepanjang jalan itu terkesan kumuh," kata dia.

Dengan dibongkarnya lapak PKL dan bangli di sana, kata Yayan diharapkan arus lalu lintas di sana jauh lebih lancar dibanding sebelumnya. "Sebab keberadaan mereka juga membuat kemacetan di sana," kata Yayan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help