PKL dan Bangunan Liar di Jalan Sejajar Rel di Kemiri Muka akan Dibongkar

"Jadi jika bahu jalan dipenuhi PKL, maka jadi sumber kemacetan dan truk sampah sulit masuk," katanya.

PKL dan Bangunan Liar di Jalan Sejajar Rel di Kemiri Muka akan Dibongkar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok. 

KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Yayan Arianto memastikan pihaknya akan membongkar dan menertiban lapak PKL dan bangunan liar yang berdiri di atas pedestrian dan di bahu jalan di Jalan Sejajar Rel di Kemiri Muka, Beji, Depok.

Karena itu pihaknya kata Yayan sudah mengultimatum puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik bangunan liar (bangli) di sana dengan surat peringatan ke dua, Rabu.(1/8/2018) kemarin.

Ada dua alasan pembongkaran PKL dan bangunan disana menurut Yayan selain keberadaan mereka melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, karena berdiri diatas pedestrian dan memakan bahu jalan.

Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok.
Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Mereka penyebab utama yang membuat kemacetan di sekitar Jalan Sejajar Rel, serta membuat truk sampah besar yang masuk ke sana untuk mengangkut sampah di Pasar Kemiri Muka, agak sulit masuk," kata Yayan.

Sebab kata Yayan, lebar ruas jalan hanya cukup untuk dua kendaraan berlawanan arah.

"Jadi jika bahu jalan dipenuhi PKL, maka jadi sumber kemacetan dan truk sampah sulit masuk," katanya.

Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok.
Petugas Satpol PP Depok memberikan SP 2 bagi puluhan PKL dan pemilik bangli di Jalan Sejajar Rel di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karenanya kata dia para PKL dan pemilik bangli diminta pindah atau membongkar sendiri bangunan mereka jika tidak ingin dibongkar paksa petugas.

Sebab keberadaan PKL dan bangli dianggap melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, karena berdiri diatas pedestrian dan memakan bahu jalan.

"Pekan lalu sudah kita layangkan surat peringatan pertama atau SP 1. Lalu Rabu kemarin kita layangkan SP 2 ke para PKL dan pemilik bangunan di sepanjang Jalan Sejajar Rel di Kemiri Muka itu," kata Yayan.

Karenanya dalam beberapa hari ke depan tambah Yayan, pihaknya akan melayangkan SP 3 atau yang terakhir, sebelum nantinya surat perintah bongkar di keluarkan dan pembongkaran paksa dilakukan bagi lapak PKL dan bangunan yang masih ada di sana.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved